Massive Wedding


238 couple out of widiock made legal married document By the goverment of kupang city of 238 married couples in legal and religious rules legally married by the massive wedding of 283 pairs consisted of 188 pairs of religion Protestant, 95 Catholic Christian religious couples. It was expressed in  implement massive wedding  by Chief Kupang Municipal Government, Agus Riri Mase Monday 3 June 2013 ceremonial  event married at The Bethel church Lassie subdistrict Oebufu  Kupang city According Ririmase RAgus explained the purposes of this to  made legal married document to help families or communities who are living as husband and wife but not married legally, according to their own religious law and government.

Massive-Wedding

Riri mase Agus explained, according to law number 1 of Republic  Indonesia in 1974 that said inner meanings of marriage is the bond between a man born with a woman as husband and wife in order to form a happy family based on the divine eternal and almighty God. marriage is valid when performed in accordance with religious and law. Agus Ririmase said every marriage was recorded in accordance with legal regulations happened with that marriage is a fundamental right should be upheld by each complete reason to obey and implement meaningful wedding shape into which  creator and maintainer of life.

Wedding event lasted 3 days from Monday to Wednesday the 3 -6 June 2013 held On the first day Monday  June 3, 2013 program runs from massive wedding  event at church, Bethel Indonesia (GBI) by 52 Partners, the second day Tuesday  of June 4,2013 at the Church held  of 52 comassive wedding  uples Marturia Oesapa, Peniel Church Sikumana to Kupang classis west of 37 partner for the third day while bound to the Catholic religion in the church program runs from St Maria Asumpta  95 married couples, the Church of Christ the katerdral of 30 couples, the Church of St. Penfui Workers Yosep of 29 couples. And new city church classis of 57 pairs of couple
While Kupang Mayor’s Representative, Dr. Herman Man at the event said “ in this marriage according to the law is valid and that the spouses in a marriage is always good to keep harmony in the marriage relationship can run up to grandparents. ( samuel****)

Indonesian Version

238 Pasangan kumpul Kebo dinikahkan Massal Oleh Pemkot Sebagai Suami Istri Sah
Kupang sebanyak 238 pasangan yang belum menikah secara hukum dan aturan agama dinikahkan  massal secara  sah oleh pemerintah kota kupang. 283 pasangan tersebut terdiri dari 188 pasangan beragama Kristen Protestan, 95 pasangan beragama Kristen Khatolik. Hal itu diungkapkan Ketua paleksanaan nikah massal  Pemerintah Kota Kupang , Agus Riri Mase senin  3 Juni 2013 Pada acara pembuaan Niakah Massal di Geraja  Bethel Anak dara Kelurahan Oebufu Kota Kupang
Menurut  RAgus Ririmase   tujuan penyelenggaraan nikah massal  ini adalah membantu keluarga atau  masyarakat yang sudah hidup sebagai suami istri namum belum menikah secara sah ,menurut hokum masing-masing agama dan pemerintah.
Agus Ririmase  menjelaskan,  menurut undang-undang negar Republik Indonesia nomor 1 tahun 1974 yang menyatkan banhwa perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan wanita  sebagai suami istri  dengan tujuan untuk membentuk  keluarga yang bahagia kekal  dan berdasarkan ketuhanan yang maha Esa . perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hokum mansing-masiang  agama kepercayaannnya .
Agus Ririmase   menambhakan  tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundangan  undangna yang berlaku dengan demikian perkawinan merupakan hak asasi yang perlu dijunjung tinggi oleh setiap orang sebab dengan mentaati dan melaksanakan pernikahan berarti megaplikasaiakan amaanat tuhan sevagai pencipta dan penyelenggara kehidupan.
Acara pernikahan ini berlangsung  3 hari dari  senin sampai hari Rabu tanggal 3 -6 juni 2013 berlangsung
Pada hari pertama senin  3 juni 2013 acara nikah massal berlansung di geraja Betel Indonesia (GBI) Anak Dara  sebanyak 52 Pasangan,  Hari kedua selasa 4 Juni 2013 berlangsung nikah massal di Gereja Marturia Oesapa sebanyak 52 pasangan, Gereja PNIEL Sikumana untuk Klasis Kupang barat sebanyak 37 pasangan  sedangkan untuk hari ke tiga  untu agama Katholik  berlansung di gereja Sta Maria Asumpta sebanayak 95 pasangan yang dinikahkan, Gereja katerdral Kristus Raja sebanyak 30 Pasangan , Gereja St Yosep  Pekerja  Penfui sebanyak 29 pasangan. Dan gereja kota baru untuk klasis kota kupang sebanyak 57 pasangan.
Semantara itu Wakil Walikota Kupang, Dr Herman Man pada acara tersebut mengatakan dalam pernikahan ini menurut undang- undang itu sah dan didalam pernikahan agar pasutri  selalu menjaga keharmonisan dengan baik sehingga  hubungan pernikahan bisa berjalan sampai kakek nenek. (*Samuel)