Sian Twins First in Indonesia

Zonalinenews-Jakarta, Team physician Cipto Mangunkusumo Hospital successfully separated twin baby boys belly attached (omfalofagus) and liver tissue union was born on April 9, 2013 at RSB Semarang, Central Java, both weighing 5 kg. Twins initials N1 and N2 are the children of married couples N (38) and S (22) and who declined to be identified. This was stated by Chairman of the Department of Child Health, Faculty of medicine-RSCM Prof. Dr.dr.

kembar

Bambang Supriyatno, Sp.A (K) assisted by Dr.CH.Soejono.Sp.PD-K.GER, Dr.dr.Ratna Dwi Restuti, Sp.THT-KL (K), Director of Medical and Nursing, dr. Sastiono, Sp.BA (K). From the Division of Pediatric Surgery, Dr. dr. Joseph Grace, Sp.B.Sp.BTKU, MARST. From the Division of Vascular Surgery Thorax, dr.Idham Amir, SP.A (K) and Dr.dr. Rinawati R, Sp.A (K) of the Division of Perinatology, Dr.Mulyadi M.Djer, SP.A (K) of the Division of Cardiology Child and dr. Andi Wijaya Ramlan Sp.An Ade, at a press conference Wednesday in Jakarta on June 5.
During the preparation of operations and maintenance at the Department of Child Health, Faculty of medicine-RSCM has done action and follow-up examination in infants N1 and found no congenital abnormalities, whereas there are N2 TGA congenital heart disease (Trasnsposition of the Great Artery) where the bad blood goes to the heart and pumped throughout the body. Besides N2 also diagnosed with ASD (Arterial Septal Defectrestriktif) exchange arteries and closing holes in the wall that separates the right and left auricle, and PDA (Patent ductus arteriosus) is a failure to close the ductus arteriosus (arterial that connects the aorta and pulmonary artery) at week The first life, which causes the flow of blood from the aorta of high pressure to low pressure pulmonary artery.
Postoperative separation, baby N2 bleeding in the liver so it takes 2 hours to stop the bleeding, after bleeding stops moved to the intensive care Perinatology RSCM. On May 8, followed by onsite operations arteries and closing the hole in the wall that separates the right and left auricle (ASD) N2 baby, actions led by dr. Joseph Grace.

The second baby was discharged on May 31, 2013. From the results of control June 3, N2 improving infant health. Conditions weight gain of 2.9 kg to 3.2 kg, said team leader Dr. Bambang Surgery.
According to Mulyadi M.Djer, 90 percent of the factors causing heart defects in infants is still a mystery. It is recommended that pregnant women not be active or passive smokers, not taking drugs without a prescription such as herbs. Pregnant women should increase intake of iron and vitamin B as well as eating vegetables with a balanced nutritional diet, he said. (*Dpkes RI)

Indonesia Version

Bayi Kembar Sian Pertama di Indonesia

Zonalinenews-Jakarta, Tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta berhasil memisahkan bayi laki-laki kembar dempet perut (omfalofagus) dan penyatuan jaringan hati yang lahir pada tanggal 9 April 2013 di RSB Semarang, Jawa Tengah dengan berat badan keduanya 5 kg. Bayi Kembar berinisial N1 dan N2 merupakan anak dari pasangan suami-istri N(38) dan S(22) dan yang enggan disebut identitasnya. Demikian disampaikan Ketua Tim Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Prof. Dr.dr. Bambang Supriyatno, Sp.A(K) yang dibantu oleh Dr.CH.Soejono.Sp.PD-K.GER, Dr.dr.Ratna Dwi Restuti, Sp.THT-KL(K), Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Sastiono, Sp.BA(K). Dari Divisi Bedah Anak, Dr. dr. Yusuf Rahmat, Sp.B.Sp.BTKU, MARST. Dari Divisi Bedah Thorax Vaskuler, dr.Idham Amir,SP.A(K) dan Dr.dr. Rinawati R,Sp.A(K) dari Divisi Perinatologi, Dr.Mulyadi M.Djer, SP.A(K) dari Divisi Kardiologi Anak dan dr. Andi Ade Wijaya Ramlan Sp.An, pada press conference hari Rabu tanggal 5 Juni di Jakarta.

Selama dalam perawatan dan persiapan operasi di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM telah dilakukan tindakan dan pemeriksaan lanjutan pada bayi N1 dan tidak ditemukan kelainan bawaan, sedangkan N2 terdapat penyakit jantung bawaan TGA (Trasnsposition of the Great Artery) dimana darah kotor masuk ke jantung dan terpompa ke seluruh tubuh. Selain itu N2 juga mengalami ASD (Arterial Septal Defectrestriktif) penukaran pembuluh arteri dan penutupan lubang pada dinding yang memisahkan serambi jantung kanan dan kiri, serta  PDA (Patent Ductus Arteriosus) adalah kegagalan menutupnya ductus arteriosus (arteri yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal) pada minggu pertama kehidupan, yang menyebabkan mengalirnya darah dari aorta bertekanan tinggi ke arteri pulmonal yang bertekanan rendah.

Pasca operasi pemisahan, bayi N2 mengalami perdarahan pada hati sehingga membutuhkan waktu 2 jam untuk menghentikan perdarahan, setelah perdarahan berhenti dipindah ke ruang intensif Perinatologi RSCM. Pada tanggal 8 Mei, operasi dilanjutkan dengan penukaran pembuluh arteri dan penutupan lubang pada dinding yang memisahkan serambi jantung kanan kiri (ASD) bayi N2, tindakan dipimpin dr. Yusuf Rahmat.

Kedua bayi sudah diperbolehkan pulang tanggal 31 Mei 2013. Dari hasil kontrol tanggal 3 Juni, kesehatan bayi N2 membaik. Kondisi berat badan naik dari 2,9 kg menjadi 3,2 kg, ujar Ketua Tim Bedah dr Bambang.

Menurut Mulyadi M.Djer, 90 persen faktor penyebab kelainan jantung pada bayi masih misteri.  Dianjurkan agar ibu hamil tidak menjadi perokok aktif atau pasif, tidak mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter seperti jamu. Sebaiknya ibu hamil memperbanyak asupan zat besi dan vitamin B serta makan sayur-sayuran  dengan pola makan   gizi seimbang, ujarnya.(Dpekes RI)