BP3TKI NTT is searching for the Delivery Company


BP3TKI NTT is searching for the Delivery Company of Indonesian Labour, Wilfrida Soik

 

Zonalinenews-Kupang.The Head office the Protection and Service of Indonesian Labor of NTT (BP3TKI) Drs Tumbur Gultom, when contacted by phone on Friday 27 September 2013 at 13.30 afternoon said, the handling of the case become complex,because of its delivery by Indonesia Labor Company to Malaysia done by businessman of Irresponsible Indonesian Labor Company (PJTI) .The Service,handling and Delivery Office of Indonesian Labor Legally (BP3TKI) does not know clearly which companies sent Wilfrida Soik. Officially it had responsibility to provide protection to all workers, before and after delivery or placement of Indonesian Labor out of the country.

Tumbur Gultom

Tumbur Gultom

 

 

“Until now it’s still searching for the company name and the person responsible for their placement of wilfrida soik.Responding to a statement from various agencies about this issue,so I judge that this issue to the attention of us together to do the management revamping of labor delivery to foreign countries, “explains Tumbur Gultom.

 

According to Tumbur Gultom,the case handling of Wilfrida Soik, it handed over this issue to the Central Government and related agencies or departement, to perform actions of protection and rescue case law, wilfrida Soik legally can be addressed and wisely enshrined humanitarian considerations.

 

“The question of Wilfrida Soik, I hope it will not happen again,like the case of  Nirmala Bonat or indonesian problems of labor working abroad, when all parties comply with the applicable legislation. Problems of indonesian labor that occur in abroad as an issue due to irregularities, coordination, oversight, and transparency of all parties in the country. so that the necessary existence of advocacy and legal advocacy efforts and support from all citizens and citizens of the nation especially NTT Indenesia generally expected, “said Gultom.

 

Gultom asked specifically ,that in handling case of wilfrida soik in courts Malaysia we neverthelles respect law enforcement efforts on this case in a fair and correct that must be based on considerations of human rights and still upholding the dignity of human beings.(* john pereira/rusdy Maga)

Indonesian Version

 

BP3TKI NTT Mencari Perusahaan Pengirim Wilfrida Soik

 

Zonalinenews-Kupang. Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT, Drs Tumbur Gultom  via telpon Jumat 27 September 2013 jam 13.30 wita  mengatakan, penanganan kasus Wilfrida Soik,  TKW asal NTT menjadi persolaan yang kompleks akibat pengirimannya oleh Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia  ke Malaysia dilakukan oleh Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTI) yang “nakal.” BP3TKI secara resmi tidak mengetahui secara jelas perusahaan mana yang mengirim Wilfrida Soik. Secara kelembangaan pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap semua tenaga kerja,   baik sebelum maupun sesudah  pengiriman atau penempatan   tenaga kerja Indonesia keluar negeri.

 

“Sampai saat ini pihaknya masih mencari nama perusahaan dan orang yang bertanggung jawab terhadap pengriman Wilfrida  Soik.   Menanggapi peryataan sinis dari berbagai lembaga tentang kasus wiflida Soik, maka saya menilai bahwa   masalah ini menjadi perhatian kita bersama untuk pembenahan manajeman pengiriman tenaga kerja NTT atau  Indonesia ke luar negeri, “ jelas Tumbur Gultom.

Menurut Tumbur Gultom , upaya penanganan kasus  Wilfrida Soik,  pihaknya menyerahkan masalah ini  kepada Pemerintah Pusat dan lembaga atau depertemen terkait , untuk melakukan tindakan perlindungan dan  penyelamatan kasus hukum Wilfrida Soik secara hukum yang dapat disikapi secara bijak dan dilandasi oleh pertimbangan kemanusiaan.

 

“Persoalan Wilfrida Soik, saya berharap tidak terulang lagi,  seperti kasusnya Nirmala Bonat atau para TKI indonesia lainnya yang bekerja di luar negeri, apabila semua pihak mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. Masalah TKI yang terjadi di luar negeri sebagai  persoalan akibat, ketidakberesan koordinasi , pengawasan, dan transparansi dari semua pihak dalam negeri, sehingga  diperlukan adanya upaya pembelaan dan advokasi  hukum serta dukungan doa dari semua warga NTT khusunya dan warga bangsa Indonesia umumnya sangat diharapkan, “ kata Gultom.

Gultom secara khusus meminta agar dalam penanganan kasus Wilfrida Soik  di pengadilan Malaysia kiranya tetap menghormati upaya  penegakkan hukum atas kasus ini secara adil dan benar yang harus berdasarkan pertimbangan hak-hak asasi manusia serta  tetap menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.(*john pereira/rusdy Maga)