Interfaith Orang Muda Set Teeth to Keep Peace

Zonalinenews – Kupang . A recommendations issued by the six organizations from Manager of Youth Board of GMIT Synod, represented by Zaniel Woleka , CIS TIMOR represented by Winston Rondo, Women House represented by Libby Sinlaeloe Kupang , Kupang Peace Maker Community
by Carlos Teles, Peace Journalis Community Kupang by Alex Dimoe, and the delegation from Yayasan Tanpa Batas Foundation is Deny Sailama through the workshop which held during two days from 27-28 September, and attended by 150 people .

Workshop merajut keberagaman

Workshop merajut keberagaman

” Interfaith Orang Muda set teeth to make a peace with themselves, with others, family and the environment . Avoiding the debate about interpretations religious dogma but open discussion forum to inventory our similarities to create Timor and NTT become the home sweet home for al l.” Said the chief f the event, Winston Rondo, on Saturday, September 28th, 2013 at 9:00 pm. in Romita Hotel Kupang of East Nusa Tenggara .

Wilson added , as an ideal peaceful that wished by people, Timor Damai recommended some recommendation to the volunteers of KOMPAS to design a creative method for education, literacy for people in the border and advocate the government to immediately resolve the border issue in the infrastructure, security, border issue and Human Resources. (*Hayer)

 

Indonesian Version

 

Orang Muda Lintas Agama Bertekad Terus Berdamai

Zonalinenews-Kupang. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh enam lembaga yaitu Badan Pengurus Pemuda GMIT Sinode yang diwakili  Zaniel Woleka, CIS TIMOR diwakili Winston Rondo, Rumah Perempuan Kupang diwakili Libby Sinlaeloe, Komunitas Peace Maker Kupang, Carlos Teles, Peace
Journalis Community Kupang  diwakili Alex Dimoe dan Yayasan Tanpa Batas diwakili Deny Sailama melalui Workshop dan lokakarya  yang diselenggerakan selama dua hari yakni dari tanggal 27-28 September yang diikuti sekitar 150 orang.

” Orang muda lintas agama bertekad untuk terus Berdamai dengan diri sendiri, orang lain, keluarga  dan lingkungan. Menghindari perdebatan soal tafsir dogma agama tapi membuka forum diskusi untuk menginventarisir kesamaan – kesamaan kita untuk membangun Timor dan NTT sebagai rumah bersama yang damai dan sejuk bagi semua orang.” Kata Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Winston Rondo, pada Sabtu 28 September 2013 jam 9.00 Wita di di  Hotel Romita Kupang Nusa Tenggara
Timur.

Wilson menambahkan, perbatasan damai  sebagai idaman masyarakat, rekomondasi Timor damai bagi komunitas perbatasan, merekomondasikan agar relawan KOMPAS gagas metode pendidikan kreatif, untuk pemberantasan buta huruf bagi komunitas perbatasan dan mengadvokasi pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan di perbatasan mengenai sarana dan prasarana, keamanan, tapal batas dan Sumber Daya Manusia. (*Hayer)