Kapolda Asked to Respect the Differences


Zonalinenews – Kupang . Police Chief (Kapolda) of East Nusa Tenggara, Brig. I Ketut Untung Yoga Ana  asked the all elements of society to respect the differences . ” if we want to appreciate the difference then all problems can be resolved. We have to accept the difference to be our foundation to have mutual respect for each other.” This assertion delivered by Kapolda in the audiance with GP ANSOR NTT and Dansat Banser NTT in Kapolda room, Wednesday (8/10/2013), at 10 .00 am.

untung yoga

Kapolda asked the all elements, both organizations and the community to be aware of law . if there are awareness of law, rules and norms, then there will be no more problems in life. “Actually, there is a simple way to keep the harmony by realize the differences and be aware of the differrence and be aware of laws,” said Yoga.

Present in the audiance , Dirintelkam Polda NTT, Kombespol I Nyoman Sujana, Kabid of Publict Relations of NTT Police, Commissioner (AKBP) Okto Riwu, some police staff, the chairman of GP Ansor, Abdul Muis APS, S.Sos, who was accompanied by the Chairman of Banser PW ANSOR NTT , Ibrahim Gulam , and some  Banser troops .

Agreed to Kapolda statement, Abdul Muis urged to keep the long  established harmony. “Anyone who tries to disrupt this harmony existence, GP ANSOR and all youth and interfaith organizations will guard the peace in NTT. ( * rusdy )

 

Indonesian Version

 

Kapolda NTT Minta Hargai Perbedaan

Zonalinenews-Kupang. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Pol. I Ketut Untung Yoga Ana,  meminta seluruh unsur masyarakat harus saling menghargai perbedaan. “Bila  kita menghargai perbedaan maka semua persoalan bisa teratasi, kita harus menerima sebuah perbedaan menjadi landasan kita untuk saling menghormati, saling menghargai satu sama lain.” Penegasan ini, disampaikan Kapolda dalam audiance bersama PW GP Ansor NTT dan Dansat Banser NTT di ruangan Kapolda, Rabu  8 Oktober 2013.jam 10 .00 wita.

Kapolda meminta semua unsur, baik ormas maupun masyarakat untuk sadar akan hukum. Bila sudah ada kesadaran akan hukum, aturan  dan norma, maka tidak lagi ada persoalan dalam hidup. “Sebenarnya pemikiran strategis untuk menjaga kerukunan simple saja yaitu  mari bangun kesadaran sebagai warga negera yang baik dengan pemikiran sadar akan perbedaan dan sadar akan hukum,” kata Yoga.

Hadir dalam audiance, Dirintelkam Polda NTT, Kombespol I Nyoman Sujana, Kabid Humas Polda NTT, AKBP Okto Riwu dan beberapa staf Polda NTT, Ketua GP Ansor NTT, Abdul Muis APS, S.Sos, yang didampingi Ketua Banser PW Ansor NTT, Gulam Ibrahim, dan beberapa pasukan Banser.

Menanggapi pernyataan terkait Kapolda, Abdul Muis pun menghimbau agar tetap menjalin kerukunan yang sudah lama dijaga agar tetap rukun. “ Siapa saja mencoba untuk mengganggu keberadaan ini, GP Ansor dan semua Organisasi pemuda maupun lintas agama akan kawal perdamian di NTT. (*rusdy)