Plenty of Illegal migrant workers leave From Eltari Kupang Airport


Zonalinenews – Kupang . ” I am really sure that Wilfrida Soik will definitely be survived.” It was said by chairman of Kadin NTT, and the Members of Regional Representative Council ( DPD ) RI , Paul Abraham Liyanto when contacted via telephone regarding to the case of Wilfrida Soik, on Friday, September 27, 2013 2:00 pm . According to Paul, it is a long process like Nirmala Bonat case, where there still no final yet, although it has been 10 years under process.

Paul Liyanto

 
Paul Liyanto is optimist since it has green ligth for Wilfrida to be survived, this also because the prayer. ” The attention also given by government until central parliament, DPR , DPD, all commissions, Non Governmental Organization ( NGO ) like Per Graen that voice to worldwide for Wilfrida freedom. So, this case is in one level under the issue of Nirmala Bonat, ” said Paul.
Paul Liyanto concerned that by now everyone would take care of thisproblem such by “lighting up 1000 candles for Wilfrida in NTT” said Paul.
Paul asked not to focus just on the present case, but there still many unseen Wilfrida that needs to be saved. There are thousands , hundreds Wilfrida which should be prevented , because until this morning (Friday 27 September 2013) it side monitors a few illegal women workers ( TKW ) who departed from Eltari Kupang airport. This should be addressed from the beginning. Or there will be the same case as Wilfrida in the future Paul Linyanto worried because this is the year of political trash, all sides are busy to handle this case, it should be from 3 years before when Wilfrida got threatened with the punishment.
Paul Linyato realised that the care should be by heart, since it is a matter of together’s responsibility, that we agreed to catch illegal workers. ( * Rusdy )

 

Indonesian Version

 

Banyak TKW Ilegal berangkat dari Bandara Eltari Kupang

Zonalinenews-Kupang. “Saya sangat optimis Wilfrida Soik pasti selamat, tidak  dihukum mati.” Hal itu diungkapkan Ketua Kadin NTT, Serta Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abraham Paul Liyanto ketika dihubungi via telepon terkait kasus Wilfrida Soik, Jumat 27 September 2013 jam 2.00 Wita. Menurut Paul Liyanto, proses ini masih panjang, masalah Nirmala Bonat sudah hampir 10 tahun diurus oleh pihaknya dan belum selesai perkaranya.
Paul Liyanto  optimis bahwa Kasus Wilfrida sudah ada green ligth selamat, karena memang doa  bersama Wilfrida dengan dirinya 3 tahun lalu di penjara Klantan Malaysia didenger oleh banyak orang dan itu berkembang. “ Saat banyak perhatian  pemerintah dari DPR sampai tingkat pusat sudah, DPR RI, DPD RI,  juga  semua komisi berteriak menyuarakan masalah Wilfrida. Serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Graen Per yang mengumpulkan suara sampai mendunia. “ Jadi kasus wilfrida  satu tingkat  dibawah kelas kasus Nirmala Bonat yang dulu jadi persoalan,” ujar Paul.

Paul Liyanto  prihatin bahwa saat ini  semua orang mau mengurus masalah ini “sampai pakai acara membakar lilin dan sebagainya di NTT,”kata Paul
Paul meminta jangan fokuskan kepada Wilfrida yang sekarang ini saja, tetapi  Wilfrida -Wilfrida lain yang tidak kelihatan itu yang perlu diurus dan diselamatkam, masih ada ribuan, ratusan  Wilfrida yang perlu dicegah, karena sampai pagi ini ( jumat 27 september 2013) pihaknya  memonitor Tenaga Kerja  Wanita  (TKW) yang berangkat ilegal lewat bandara Eltari Kupang, masih terus terjadi.  Dan hal  inilah yang harus diurus, dan dicegah awal dari  pada terjadi kasus tenaga kerja ilegal.
Paul Linyanto khawatir karena tahun politik trash, semua ramai-ramai tampil ke publik mengurus kasus ini, seharusnya 3 tahun lalu pada saat Wilfrida Soik kena acaman mengurus masalah tersebut.  Paul Linyato menyadari mengurus TKI harus dengan hati, karena masalah itu adalah tanggung jawab bersama, untuk itu kita sepakat tangkap pelaku-pelaku ilegal. (*Rusdy)