Mayor Wants Fortuner Car As The Operational Vehicle

Zonalinenews – Kupang . ” In 2012 government of Kupang of East Nusa Tenggara ( NTT ) procured 2 units of new Fortuner Car as operational vehicle for the new mayor and deputy mayor of Kupang, but at the same time, deputy chairman II of Regional Representatives Council ( DPRD ) of Kupang, Fan Adrianus asked for the same Fortuner as used by the chairman of Kupang City Council.

Jonas Salean

Jonas Salean

 

government finally granted the request, so the mayor and deputy mayor tried to relent,” said Mayor of Kupang NTT Jonas Salean , on Friday, (25/10/13) in his office, at 11:30 a.m . in responding the issue about the procurement of two units of Fortuner car.
” Eventually we both got a second-hand vehicles Inova car and we also have a  CRV car , CRV car but it is too short for us. This vehicle is hard to reach unpaved road areas. We had an accident with the car in the groundbreaking ceremony of a Middle School (SMP Negeri 11), where the car had to be lifted by people because it was entangled by a large stone,” said Jonas.

According to Jonas , the Inova car is in bad condition and he did not know the cause of the damage, although it was set up in 2010. “the Inove is being repaired. we also repair the CRV which’s damaged too. Furthermore, another reason for procuring new car is because of the increasing budget for this year, from 51 billion in last year to 75 billion for this year. Then, we propose the procurement of 2 fortuner cars for our operational vehicles , but it is not a priority , if according to the Council it’s not the right time to be budgetted, or the APBD (Regional Budget) rejects, then we’ll accept the decision. It’s ok. “Said Jonas .

Jonas asserted that there is a need to give clearly clarification toward this issue  because this provision should not be considered only for show only. ” Do not know how the previous government thought so they take CRV as their operational car, not the Fortuner. Since it is very difficult to get suburb or district area with bad transportation infrastructure. This is what which’s not explained well by the staff in the meeting with Parliament . ” ( * Hayer )

 

Indonesian Version

 

Walikota  Berharap Mobil Operasional Fortuner

Zonalinenews – Kupang. “Tahun 2012  lalu pemerintah Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pengadaan 2 Mobil Fortuner baru untuk kendaraan operasional Walikota dan wakil Walikota Kupang yang baru, tetapi pada saat itu wakil ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang NTT, Fan Adrianus meminta Mobil operasional mereka juga harus Fortuner yang sama dipakai  ketua DPRD Kota Kupang. akhirnya permintaan tersebut dikabulkan pemerintah, sehingga Walikota dan Wakil walikota mengalah.” Demikian disampaikan Walikota Kupang NTT Jonas Salean,  Jumat 25 Oktober 2013 di ruang kerjanya gedung kantor Walikota Kupang NTT, jam 11.30 Wita. Menanggapi isu Terkait polemik pengadaan 2 mobil Fortuner.

“Akhirnya kami berdua mendapat kendaraan mobil Inova bekas dan kami juga memiliki mobil jabatan CRV, namun disayangkan Mobil CRV yang kami gunakan terlalu pendek. Kendaraan ini sulit menjangkau daerah yang jalannya belum diaspal (Jalan bebatuan).  Kami pernah mengalami musibah dengan mobil ini yaitu pada acara peletakan batu pertama di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 11, dimana mobil yang kami gunakan terpaksa harus diangkat oleh masyarakat karena tersangkut oleh batu besar,” kata Jonas.

Menurut Jonas, mobil Inova bekas  yang diterima sudah dalam kondisi rusak (laher as mobil patah). Pihaknya sendiri tidak mengetahui penyebab kerusakan mobil tersebut walaupun mobil tersebut baru diadakan di tahun 2010. “Mobil Inova yang kami gunakan kini rusak dan sedang dalam perbaikan, CRV juga rusak  kami perbaiki, tetapi mobil mobil ini tidak bisa kami gunakan untuk  wilayah jalan rumit (bebatuan). Selain itu alasan lain pengadaan mobil ini karena tahun ini APBD meningkat menjadi 75 miliar dari 51 miliar, maka kami mengusulkan pengadaan 2 mobil fortuner untuk kendaraan opersional kami, namun hal ini  bukan prioritas, bila  menurut DPRD kendaraan itu belum saatnya dianggarkan  di APBD, atau APBD murni menolaknya maka kami  terima saja, tidak ada masalah. “Ujar Jonas.

Jonas menegaskan bahwa perlunya meluruskan masalah ini karena jangan sampai dianggap pengadaan ini hanya untuk gagah – gagahan saja. “Tidak tau pemerintah sebelumnya berpikir bagaimana sehingga mengambil CRV untuk operasional saja dan bukan Fortuner. Karena apabila ada undangan di daerah – daerah pinggiran atau daerah kabupaten itu agak sulit. Ini yang tidak dijelaskan dengan baik oleh para staf pada saat sidang bersama DPRD.” (*Hayer)