Akibat Miras, Korban Dianiaya Hingga Pingsan

KUPANG, MEDIA GROUP – Sekelompok pemuda di Kelurahan Liliba yang mabuk usai mengkonsumsi minuman keras (miras) pada Sabtu (6/12), sekitar pukul 24.00 Wita, mengeroyok Tomy Eoh hingga pingsan. Dalam peritistiwa itu serpihan batu masih tertinggal di kepala Tomy sehingga harus dioperasi.

Tomy, warga Kelurahan Liliba,  kepada wartawan, ditemui di ruang IGD RSUD Prof. Dr. WZ Johannes, Kupang, Minggu (7/12), mengisahkan, awalnya dirinya bersama temannya, Jhon, datang ke pesta syukuran wisuda tidak jauh dari rumahnya, yakni di Bukit Tua. Setibanya di tempat pesta, Tomy dan Jhon tidak langsung masuk. Keduanya berdiri di luar untuk melihat apakah acaranya ramai atau tidak.

Tidak lama berselang, katanya, di dalam tenda pesta terjadi perkelahian. Melihat kejadian tersebut, Tomy pun memutuskan untuk pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda motor bersama Jhon. Belum jauh dari tempat pesta, tiba-tiba ada sekelompok pemuda mabuk yang langsung menghalangi jalan mereka. Para pemuda mabuk itu langsung menganiaya Tomy.

Korban  mengaku, kelompok pemuda itu menganiaya dirinya di tempat yang gelap sehingga dirinya tidak bisa mengenali wajah mereka. Beruntung sekitar satu jam setelah pingsan, ada seorang warga yang lewat dan melihatnya. Warga yang mengenali Tomy tersebut kemudian mengantarnya ke rumah.

Tomy mendapatkan jahitan di dahinya akibat dihajar menggunakan batu. Tampak dahinya diverban. Mata kanan Tomy pun bengkak akibat dipukuli, ditutupi verban. Bagian bawah mata kiri Tomy juga terluka. Tomy akan dioperasi untuk mengeluarkan serpihan batu yang masih tertinggal di kepalanya.(che)