Bukit Fatuleu Akan Dijadikan Tempat Wisata Alam Mustafa

Media : Zonalinenews, Erende Pos – Oelamasi,- Bupati Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayub Titu Eki akan merubah bukit batu  Fatuleu di Desa  Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang menjadi bukit wisata taman Mustafa, yang lengkap dengan fasilitas penginapan dan tangga dari bawa untuk naik ke tempat wisata tersebut. “Rencana ini adalah mimpi baru saya yang harus  bisa menjadi kenyataan. Pasalnya, Desa Nunsaen ini suasana alamnya sejak sama seperti puncak di Bandung Jawa Barat, “Kata Bupati Kupang  Ayub Titu Eki kepada wartawan pada  acara syukuran peresmian jalan Poros Tengah di Desa Nunseun, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, Kamis 4 Desember 2014, Jam 8.30 wita.

Buapti Kupang di Bukit Fatuleu

Buapti Kupang di Bukit Fatuleu

Ayub berencana menjadikan Bukit Batu Fatuleu sebagai tempat wisata alam mustafa, yang mana model akan di disain penginapannya semua harus model daerah yang atapnya mengunakan atap dari daun alang – alang, sedangkan pembuatan tangga naik tidak boleh merusak pohon atau bebatuan alam yang ada. “Kita buat semuanya bernuasa alam, walaupun tangga naiknya berbelok – belok sejauh apapun yang penting tidak boleh merusak alam sekitar, “Katanya.

Menurutnya, di Desa Nunsaen yang akan dijadikan tempat wisata alam tersebut, juga akan di lengkapi dengan lapangan bola yang Panjang 110 Meter dan Lebarnya 60 meter. Lapangan bola tersebut langsung disampingnya di bangun kolam renang, sehingga pengunjung sendiri bisa menikmati alam sekaligus ada tempat permandiannya. “Untuk lapangan bola sendiri kita sudah melakukan penanamab batas patok, dan selain adakan pembagunan lapangan bola dan kolam renang, disini juga akan dibagunkan bendungan kecil dan bendungan besar sehungga dapat menarik pariwisata dari luar daearah atau dari luar negeri, “Unkapnya.

Dia mengatakan, tempat pariwisata di Desa nunsaen ini harus di kelolah oleh oarang lokal, dan tidak di perbolehkan di kelolah oleh rang luar sehingga masyarakat setempat juga bisa merasa pengahasilan dari tempat wisata alam ini. “Saya tidak akan kasi orang luar kelolah tempat wisata ini, yang saya inginkan adalah orang lokal yang kelolah. Apa bila orang luar yang kelulah dia dapat keuntungan dia bisa pulang dengan membawa hasilnya ke kampung halamannya, tetapi kalau orang lokan sendiri yang mengelolah berarti ada perhatian untuk kemajuan pariwisata  di desa ini, “Ungkapnya.

Dia menjelaskan, sumber dana awal untuk pembagunan tempat pariwisata memang sangat kecil, karena dana awal di ambil dari hari penjualan buku dan albumnya. “Hasil penjualan buku dan album sebesar 50 juta saya akan sumbangkan untuk perencanaan pemabagunan taman wisata alam ini, tepati bukan itu jadi persoalannya. Saya hanya minta dukungan dan doa dukungan dari semua masyarakat Kabupaten  kupang agar niat dan mimpi ini untuk membagun pariwisata di Kabupaten kupang. Dan saya sangat yakin apa bila semua ini bisa berhasil, maka perekonomian masyarakat Kabupaten Kupang bisa lebih baik, “Tegasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang Yosef Lede di tempat terpisah kepada media ini mengatakan, DPRD Kabupaten Kupang dan Pemerintah Kabupaten Kupang adalah mitra, maka dari itu DPRD selalu mendukung program Pemerintah. “Kita harus dukukung program – program Pemerintah yang ingin memajukan Kabupaten Kupang sebagai Kabupaten unggulan. Dan untuk memajukan Kabupaten kupang di dunia pariwisata. Kalau memang bukit Fatuleu mempunyai potensi untuk dijadikan tempat wisata dan bisa menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri kenapa tidak. Dan saya sangat – sangat berharap program Pemerintah ini untuk menjadikan bukit Fatuleu menjadi taman alam mustafa harus di bangun penambahan lagi satu patung Kristus di puncak bukit, sehingga bukan hanya menjadi tempat wisata alam tetapi juga bisa menjadi tempat wisata riligius, “Unkapnya. (*hayer)