Bupati Kupang Tanam 300 Anakan Mangga Dan Kelapa

OELAMASI, MEDIA GROUP- Bupati Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT)  Ayub Titu Eki berharapa untuk masyarakat Kabupaten Kupang khususnya di Desa Oenaunu, Kecamatan Am Abi Oefeto Timur Kabupaten Kupang agar bisa  meninggalkan budaya hidup santai. Budaya hidup santai atau sering duduk bercerita yang tiadak ada manfaatnya harus bisa di hilangkan, karena budaya ini sangat membuat kita tidak bisa berkreatif dalam megembangkan hidup kita sendiri kedepan. Hal ini disamapaikan Bupati Kupang Ayub Titu Eky kepada wartawan di Desa Oenaunu, Kecamatan Am Abi Oefeto Timur Kabuapten Kupang usai menanam 300 lebih anakan mangga dan kelapa.

BUPATI KUPANG

 

Menurut Ayub, Budaya santai ini harus di hilangkan karena sagat tidak memajukan diri kita sendiri apa lagi untuk memajukan Desa sendiri, hal ini sangat tidak mungkin.

“Kita hasus bisa buang budaya cerita – cerita di pagi hari, seharusnya setiap pagi kita bagun langsung melakukan aktifitas kita sehari – hari. Bukan begitu bagun dan langsung duduk bercerita yang tidak ada manfaatnya, dari pada cerita mendingan kita lakukan aktifitsa sehari – hari yang bisa menghasilkan uang, “Katanya.

Lanjutnya, budaya santai atau duduk bercerita di pagi hari ini sudah menjadi tradisi kita, maka dari harus di hapuskan tradisi budaya ini.

“Jangan pernah santai karena aktifitas yang kita lakukan ini sudah bisa makan tiga kali sehari, prinsip ini sangat salah, “Ujarnya

Masih Menurutnya, kebiasaan duduk becerita  di pagi hari hanya menghabiskan waktu cuma – cuma saja.Untuk itu,sebenarnya tradisi duduk cerita pagi hari  perlu ditinggalkan agar  waktu yang ada untuk kegiatan menanam di pagi hari bisa menghasilkan uang . ” Masyarakat harus aktif menanam
tanaman yang sekali tanam bisa menghasilkan buah dalam satu tahun bisa di panen berulang – ulang kali, karena kegiatan ini sangat bisa merubah ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang.

Dia berharap, mulai saat ini masyarakat harus bisa menanam tanaman buah yang bisa menghasilkan buah dalam satu musim bisa di panen dua atau tiga kali, karena ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sendiri bisa menghasilkan uang.

“Sebagai
petani sebenarnya berpenghasilan lebih besar dari. Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan apbila  petani kreatif, rajin menanam tanaman yang bisa menghasilkan buahnya untuk di panen berulang – ulang kali. “Tegasnya.

Ditambahnya, masyarakat Kabupaten Kupang apa bila  setiap tahun bisa tanam pisang, jeruk, kelapa, nangka, mangga dan tanaman sayur-sayuran maupun bumbu seperti lengkuas, jahe, kunyit, sare, cabe, pasti bisa  meningkatkan ekonomi keluarga karena bisa jual dan mendapat penghasilan yang tinggi.

“Menjadi  PNS selama ini berpanghasilan tidak mencapai 10 juta tiap bulan, tetapi kalau menjadi petani yang kreatif dan rajin menanam tanaman pasti penghasilan lebih tinggi dari PNS, “Kata Bupati dua periode itu.

Dia menegaskan, budaya malas hanya  mendatangkan kemiskinan. untuk itu masyarakat sebaiknya mulailah rajin untuk menanam, karena pemerintah juga telah memprogramkan program Gerakan Paksa Tanam, Tanam Paksa(GPT2P) untuk mendorong masyarakat bertanam banyak.

“Masyarakat yang selama ini tidak menanam seharusnya mulai menanam, agar lima sampai enam tahun kedepan hasil yang ditanam sudah bisa jual untuk menambah penghasilan masyarakat.

” Mulailah menanam dengan menanam tanaman hultikultura, karena jenis tanaman hultikultura tidak di piara seperti ternak yang harus di beri makan setiap jam, tetapi begitu di tanam selama lima atau enam tahun sudah bisa di nikmati, “Katanya. (hyr)