Pajero

DPRD Matim Soroti Pembelian Mobil Pajero

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos- Borong ,- Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, menyoroti pembelian mobil Mitsubishi Pajero Sport seharga Rp 400 juta oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur untuk Kepolisian Resor Manggarai.

Pajero

 

“Kapan anggaran pembelian mobil dibahas di Dewan? Kapan ditetapkan oleh Dewan?” ungkap anggota DPRD Manggarai Timur, Adven S Peding, dalam sidang paripurna ke-23 seusai laporan nota pengantar keuangan RAPBD Manggarai Timur untuk tahun 2015, Kamis 11 Desember 2014.

Politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur harus menjelaskan pembelian mobil yang tergolong mewah itu kepada Kepolisian Resor Manggarai di Ruteng. Sebab, menurut dia, publik mempertanyakan pembelian mobil tersebut.

“Saya minta Bupati Manggarai Timur menjelaskan pembelian mobil mewah itu kepada Polres Manggarai di Ruteng,” ujar dia.

Menanggapi hal ini, Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote mengatakan, pembelian mobil tersebut sudah dibahas dengan anggota DPRD Periode lalu.

Tote menjelaskan, pada akhir tahun 2013, Kepolisian Resor Manggarai di Ruteng mengajukan proposal kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur untuk pengadaan kendaraan operasional. Alasannya, dengan wilayah kerja hingga ke Kabupaten Manggarai Timur, aparat Kepolisian Resor Manggarai membutuhkan kendaraan.

“Mobil yang dibeli Pemkab Manggarai Timur kepada Polres Manggarai di Ruteng bukan hibah, melainkan pinjam pakai. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menganggarkan pada APBD induk 2014 lalu, tetapi direalisasikan pada APBD Perubahan 2014. Mobil yang dipinjam pakai itu masih aset daerah Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur,” kata Tote.

Sebelumnya, Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor Manggarai, Rabu10 Desember 2014 lalu.

Dalam aksi demonstrasi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia itu, PMKRI dan GMNI mempertanyakan penanganan laporan dugaan korupsi APBD Manggarai Timur tahun anggaran 2012 sebesar Rp21 miliar, yang menurut mereka jalan di tempat.

Dalam pernyataan sikapanya, PMKRI dan GMNI Cabang Ruteng menuding mangkraknya kasus yang dilaporkan pada akhir tahun 2013 itu karena ada permufakatan jahat antara Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Penyelidikan dugaan korupsi pada 11 paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Manggarai Timur tahun 2012 itu jalan di tempat.

“Polisi hanya panas di awal. Setelah disumbat, diam,” kata koordinator aksi sekaligus Ketua PMKRI, Benediktus Tiwu.

Gratifikasi mobil mewah

Pelaksana tugas harian Ketua GMNI, Yohanes Hasan, dalam orasinya, menyebut penyelidikan dugaan korupsi Rp21 miliar itu tenggelam, setelah ada pemberian mobil mewah Mitsubishi New Pajero Sport dari Pemda Matim ke Polres Manggarai.

“Itu bentuk gratifikasi walau mobil tersebut untuk kepentingan institusi Polres. Tapi hadiah mobil mewah yang bersembunyi di balik istilah pinjam-pakai itu diberi saat Polisi sedang menyelediki laporan dugaan korupsi Rp21 miliar,” kata Hasan.

Pembelian Pajero Sport itu, sambung Hasan, justru mengandung perbuatan melawan hukum karena pengadaan mobil seharga lebih dari Rp400 juta yang bersumber dari anggaran induk 2014 itu ternyata tanpa sepengetahuan DPRD setempat. Pembelian mobil Pajero Sport berdasarkan proposal dari pihak Polres Manggarai.

“Hasil investigasi kami, pengadaan mobil tersebut tidak pernah dibahas dalam sidang Dewan. Untuk itu, kami minta kasus Rp21 miliar ditambah pengadaan mobil mewah itu diusut tuntas. Seret dan penjarakan Bupati Yoseph Tote,” ujar Hasan.

Mahasiswa mendesak Kapolres Manggarai, AKBP M. Ischaq Said, segera mengembalikan mobil mewah tersebut, serta mendesak Polisi menuntaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di tubuh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.(*kons)