Gapensi Kota Kupang Buka Ruang untuk Pengusaha Lokal

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos -Kupang, Gapensi Kota Kupang sangat menyetujui Momorial of Understanding (MoU) antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Ketua Umum Gapensi. Sebab, MoU tersebut bagi gapensi Kota Kupang untuk membuka ruang kepada pengusaha lokal yang ada di Kota Kupang. Sehingga proyek yang nilainya mencapai milyaran rupiah dapat dikerjakan oleh pengusaha lokal yang ada di Kota Kupang. Selama ini, pengusaha local jarang mengerjakan proyek yang nilainya mencapai milyaran rupiah. Proyek yang nilai Nominalnya berkisar Rp 1 Milyar hingga belasan milyar saja dikerjakan oleh BUMN. Selama ini, tidak ada aturan yang mengatur kewenanagan antara Badan Usaha Milik Negara dan pengusaha swasta sehingga rata-rata pengusaha lokal harus hidup terkatung-katung.

Hal ini disampaingan Ketua Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesia (Gapensi) Kota Kupang, Vivo Balo Kepada wartawan  Selasa (16/12) diruang kerjanya.

Lanjut Balo, Kondisi ini terjadi didaerah-daerah diseluruh Indonesia. Banyak proyek yang nilainya belasan milyar diambil alih dan dikerjkan oleh BUMN. Terutama di NTT, Khususnya Kota Kupang banyak proyek yang nilainya milyaran rupiah tersebut di kerjakan oleh BUMN.

“ Jika pengerjaan tender proyek diikuti oleh BUMN, memperlemah para kontraktor yang ada di daerah karena daya saing kekuatan modal yang akan digunkan untuk melakukasn pekerjaan proyek,” tegas Balo.

Dengan adanya MoU tersebut kata Balo, merupakan ikatan yang bisa membuka ruang gerak kepada pengusaha yang ada di daerah untuk berkompetitif secara sehat. Namun selama ini, belum ada ikatan yang mengikat antara pengusaha lokal dan Badan Usaha Milik Negara sehingga banyak proyek yang nilainya di bawah 30 Milyar dikerjakan oleh BUMN.

Lanjut Balo, dengan adanya ikatan antara kedua belah pihak semoga semua elemen baik pengusaha sawasta ataupun BUMN mengetahui posisinya masing-masing. Jangan sampai ikatan yang terjadi dikalangan pusat, semenatara di daerah banyak BUMN yang melibatkan diri untuk mengerjakan proyek yang nilainya tidak mencapai Rp. 30 Milyar tersebut.

“ BUMN tidak perlu lagi kerja proyek yang nilainya dibawah 30 Milyar,tapi BUMN hanya bisah mengerjakan proyek yang nilainya mencapai 30 M tersebut” kata Balo.

Balo juga mengatakan, ikatan antara BUMN dan Pengusaha lokal. Menjadi pedoman bagi pengusaha yang ada didaerah dan menjadi alat untuk memperingati (Warning,red) BUMN. Sementara untuk Badan Usaha Milik Daerah belum diketahuinya untuk keterlibatan dalam tender sebuah proyek. Sebab, kontrak tersebut dilakukan antara pengusaha swasta atau gapensi.

“ Untuk BUMD saya tidak begitu tahu, yang saya tahu adalah ikatan Kontrak antara Menteri BUMN dan Ketua Umum Gapensi,” kata Balo. (CHU)