Harga BBM Naik, Tarif Armada PT. Pelni Masih Stabil

KUPANG, MEDIA GROUP-Meski pemerintah telah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sejak, akhir pecan kemarin. Namun, hal itu tidak berpengaruh terhadap penaikan tarif armada kapal PT Pelni, khususnya PT Pelni cabang Kupang.

Pasalnya, hingga kini PT Pelni belum mendapatkan informasi resmi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala PT Pelni Cabang Kupang, Firman Rachimin, SE kepada wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

Kenaikan harga BBM kata Firman, sangat berpengaruhterhadap seluruh lini kehidupan, termasuk PT Pelni. Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum mendapat acuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia brupa Surat Keputusan Kemenhub.

“PT Pelni sebagai operator.Jadi, kami tidak bias sewenang-wenang menentukan ariff tiket.Dan, harus digaris bawahi PT Pelni merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selaku operator yang melaksanakan program pemerintah untuk penugasan mengantar pulukan penumpang maupun komoditas,” tandas Firman.

Ia mencontohkan, ariff armada Kapal Motor Awu, tujuan Larantuka, untuk dewasa kelas satu masih tetap yakni Rp 509.000, kelas dua Rp 417.500 . Sedangkan kelas Ekonomi Rp 171.00.Untuk tujuan Sabu, katanya, untuk Dewasa kelas satu Rp 133.500, Dewasa Kelas dua Rp 236.500.Dan, kelas ekonomi Rp 91.000.“Begitupun dengan tariff tiket ke daerah lainnya di NTT.Semuanya belum mengalami penaikan.Karena, masih menunggu SK dari Kementerian Perhubungan,”jelasnya.

Selain itu, lanjut Firman, dampak kenaikan BBM juga turut dirasakan PT Pelni.Kendati demikian, jelas dia, untuk menyuplai BBM, tidak berpengaruh.Pasalnya, kata dia, hal itu sudah ditetapkan di pelabuhan masing-masing atau home base. “Dengan keterbatasan stok di PT PELNI tidak berpengaruh,”kata dia. Dijelaskannya, pelabuhan Tenau, Kupang bukan merupakan pelabuhan bangkir. Pelabuhan bangkir untuk menyuplai BBM bagi armada kapal PT Pelni, kata dia, berada di Jakarta, Surabaya, Makasar serta pelabuhan besar lainnya di Indonesia. Namun demikian, pelabuhan Kupang pun bias menjadi tempat meyuplai BBM, bila terjadi keadaan emergency (gawat darurat, red). (rfl)