Gubernur NTT berdialog dengan salah seorang pedangan di pasar kasih Naikoten I kota Kupang

Harga Cabe Rawit Melambung, Stok BBM dan Beras Aman


Media Grup:Zonalinenews, Erende Pos –Kupang,- Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2015, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dipimpin Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar Kasih Naikoten, stok beras di gudang Bulog, bahan bakar minyak (BBM), bongkar muat di Pelindo, Tenau dan tarif angkutan udara di Bandara El Tari Kupang.

Gubernur NTT berdialog dengan salah seorang pedangan di pasar kasih Naikoten I kota Kupang

Gubernur NTT berdialog dengan salah seorang pedangan di pasar kasih Naikoten I kota Kupang

 

“Kami telah memantau di sejumlah lokasi ternyata ketersediaan pangan, yaitu beras cukup untuk tiga bulan kedepan, harganya pun masih stabil. Hanya terjadi kenaikan harga cukup tinggi terhadap cabe rawit dari sebelumnya Rp 70.000 /kg  naik menjadi Rp 90.000 /kg. Sedangkan ketersediaan BBM dan beras sangat mencukupi untuk didistribusikan ke kabupaten dan masih terjadi fluktuatif berkaitan dengan harga tiket pesawat udara,” kata Gubernur Frans Lebu Raya, ketika melakukan pemantauan terakhir di Bandara El Tari, Senin 22 Desember 2014

Turut dalam rombongan, antara lain, Wakil Walikota Kupang, Herman Man dan tim yang tergabung dalam TPID NTT, masing-masing, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Maneger Unit Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia Perwakilan Kupang, Bogo Ganefanto, Ronny Anthoko (General Maneger Pertamina Kupang), Miftahul Adha, (Kepala Divisi Perum Bulog NTT), Azis (Kepala Humas BPS NTT) dan sejumlah pimpinan SKPD provinsi NTT terkait.

Berdasarkan hasil pantauan tim TPID di pasar Kasih Naikoten, dipimpin Gubernur Lebu Raya, selaku Ketua TPID NTT, harga bawang merah dan bawang putih sebelumnya Rp 15.000, naik menjadi Rp 20.000/kg, wortel tanpa daun, sebelumnya Rp 12.000, menjadi Rp 14.000/kg, ayam potong per kilogram sebelumnya Rp 37.000 menjadi Rp 40.000, daging sapi per kilogram, sebelumnya Rp 70.000 naik menjadi Rp 75.000, telur ayam ras, sebelumnya Rp 44.000 menjadi Rp 47.000 per rak, terigu gatot kaca Rp 7.000/kg, gula pasir Rp 12.000/kg dan beras dolog per kilogram Rp 6.700.     

Gubernur Frans Lebu Raya, bersama Tim TPID usai memantau di sejumlah lokasi, mengatakan pada umumnya kondisi harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru cenderung stabil dan tidak terdapat harga kebutuhan pokok yang melambung naik. Hal ini, tambah Gubernur, tentu sama sekali tidak berdampak pada inflasi.  “Saya akui terdapat kenaikan harga pada cabe rawit memang cukup signifikan. Namun, perlu diwaspadai terhadap salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan inflasi di daerah ini adalah tarif angkutan udara saat hari raya. Saya sangat berbangga karena Pertamina menjamin stok BBM untuk kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua mencukupi. Dua kabupaten ini yang setiap tahun sering mengalami masalah. Namun dengan adanya jaminan dari Pertamina bahwa BBM mencukupi untuk melayani dua kabupaten itu maka saya sangat gembira,” ungkap Lebu Raya.

Sesuai pantauan di pasar Kasih, Naikoten, terdapat penjualan Paket Sembako Murah Peduli Perbankan menyambut Natal dan Tahun baru. Gubernur Frans Lebu Raya secara simbolis menterahkan paket sembako kepada masyarakat yang membelinya dengan harga satu paket Rp 80.000 dan telah disubsidi pihak perbankan sebesar Rp 30.000 sehingga harga per paket di jual dengan harga Rp 50.000. Paket sembako itu menyediakan minyak goreng 900 miligram, beras 3 kg, gula pasir 2 kg, terigu 1 kg dan indo mie sebanyak 4 bungkus.

Sementara itu, Kepala Divisi Perum Bulog NTT Miftahul Adha, mengatakan stok beras untuk tiga bulan kedepan sangat mencukupi untuk didistribusikan ke kabupaten. Saat kondisi stok beras di gudang Bulog Tenau sebanyak 52.000 ton termasuk 6.100 ton yang sementara bongkar di pelabuhan Tenau, Kupang. Sedangkan menurut General Manejer Pelindo Kupang, Deny Wuwungan, kegiatan bongkar – muat peti kemas untuk tahun 2014 meningkat sebesar 30 persen jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 21 persen.(*ega)