Ijasah Tidak Untuk Membanggakan Diri

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos-Kupang,- Pengakuan secara Yurudis bahwa seseorang telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan dibuktikan dengan surat tanda tamat atau ijasah. Karena itu hendaknya ijasah yang sudah diperoleh dengan berbagai macam tantangan termasuk pengorbanan pikiran, tenaga, uang dan waktu mestinya ijasah yang ada dimanfaatkan dengan sebaik mungkin guna mengembangkan diri dan tidak untuk membaggakan diri. Demikian diungkapkan Kepala Rumah Pintar Sonaf Soet Hinef Naioni Kota Kupang Aram Pukuafu Kolifai, SH ketika penyerahan ijasah Paket B dan C kepada 59 orang lulusan di Aula Rumah Pintar Jumat 19 desember 2014 . Ia menambahkan ijasah yang dibagikan saat itu merupakan ijasah dari siswa/siswi yang dinyatakan lulus ujian Nasional tahap ke-dua September 2013.

Menyerahkan Ijasah – Kepala Rumah Pintar “Sonaf Soet Hinef” Naioni Kota Kupang, Aram Pukuafu Kolifai, SH (Baju merah) nampak menyerahkan Ijasah paket C kepada salah seorang peserta yang dinyatakan lulus UN di kantor itu  Jumat (19/12).

Menyerahkan Ijasah – Kepala Rumah Pintar “Sonaf Soet Hinef” Naioni Kota Kupang, Aram Pukuafu Kolifai, SH (Baju merah) nampak menyerahkan Ijasah paket C kepada salah seorang peserta yang dinyatakan lulus UN di kantor itu Jumat (19/12).

 

Hal ini terlambat disalurkan karena terjadi kesalahan pada proses pencetakan beberapa waktu lalu. Meskipun demikian Kolifai berharap, dengan ijasah yang ada nantinya dapat dimanfaatkan para siswa untuk mengembangkan diri termasuk untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi termasuk untuk mencari pekerjaan.

Menurutnya, hakekat pendidikan bukan pada selembar ijasah, tetapi bagaimana dengan kemampuan intelektual termasuk skill yang dimilikinya dapat mengembangkan diri guna memenuhi kebutuhan hidup di waktu mendatang. Paket B setera SMP dan Paket C setara SMA/SMK secara Nasional diakui setara dengan ijasah pada sekolah formal, dan dengan ijasah yang dimiliki warga belajar (siswa/i) bertanda satu jenajang pendidikan teah selesai diikuti siswa.

Tidak berarti stelah lulus semunya telah selesai karena itu menurut Kolifai, para siswa yang telah lulus ujian agar terus mengasah diri dengan berbagai pengetahuan yang diperoleh selama masa pendidikan.

Hadir mewakili Dinas PPO Kota Kupang saat itu, Koordinator Pengawas PLS Meiman Poyck, S.pd dan Koordinator Tenaga Lapangan Dikmas (TLD) PLS Kota Kupang Goris Takene. Pada kesempatan itu Meiman Poyck, mengatakan, sejauh ini dukungan dari Pemerintah kepada Tutor (guru) paket A, B dan C belum ada. Karena itu ia berharap kesepakatan yang telah dibangun bersama warga belajar dengan lembaga terkait kontribusi dana agar didukung asalkan tidak memberatkan. Dari 59 orang peserta Ujian Nasional yang dikelolah Rumah Pintar Nasioni 30 orang diantaranya merupakan Paket C dan 29 orang paket B semuanya dinyatakan lulus.(*GT)