Jokowi Resmikan Pembangunan Bendungan Raknamo Di Kabupaten Kupang

Media Group :Zonalinenews, Erende Pos- Oelamasi, Proyek Pembangunan Bendungan Raknamo di Desa Raknamo Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Pembangunan Bendung dengan jangka waktu tiga tahun dari tahun 2015 sampai 2017 dengan anggaran 710 Milyar lebih yang di kerjakan oleh PT Waskita Karya dan sumber dana berasal dari APBN Kementrian Pekejaan Umun (PU) dan Perumahan Rakyat Direktorat Sumber Daya Air Balai Wilayah Nusa Tenggara Timur II Kegiatan Prasarana Konservasi Sumber Daya Air. Pembangunan Bendungan Raknamo ini pertama di NTT, dengan kurun waktu  17 tahun tidak ada proyek pekeryaan pembangunan.

Presiden RI  Joko Widodo resmikan pembangunan Bendungan Reknomo

Presiden RI Joko Widodo resmikan pembangunan Bendungan Reknomo

Demikian dikatakan Presiden RI Joko Widodo dalam sambutan pada  kegiatan Pencanangan Pembangunan Bendungan Raknamo, di Lokasi Pembangunan Bendungan Raknamo Desak Raknamo Kabupaten Kupang, Sabtu 20 Desember 2014. Dikatakannya, Pembangunan Bendungan Raknamo sangat bermanfaat untuk sarana dan prasarana sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air baku ibu Kota Kabupaten Kupang dan sekitarnya, serta untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Menurutnya, Tujuan, penyedia air baku untuk Ibukota Kabupaten Kupang dengan debit 100 ltr/dtk, penyedian air irigasi bagi lahan pertanian seluas 1.250 hektar, pengendalian banjir daerah hilir yang merupakan kawasan pengembangan Ibukota Kabupaten Kupang, Pembangunan pariwisata dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro (PLTM) 0,216 mw.

Dia mengharapkan, Bendungan ini bisa dipakai untuk kebutuhan air baku buntuk masyarakat, dan bisa membatu masarakat untuk kebutuhan listrik 21 MW. “Untuk itu harus ada perhatian khusus dari Gubernur, Bupati dan masyarakat untuk melakukan penanaman pohon berjejer di pingir bendungan sehingga Bendungan tersebut menjadi indah dan terawat, dan  masyarakat harus ikut menlindunginya. Saya berharap masyarakat tidak boleh menebang pohon sembarang dan dibuang kedalam Bendunggan sehingga Bendungan tersebut tidak berfungsi dengan baik. Hal ini sangat merugikan kita sendiri, “Ungkapnya

Dia menegaskan, Pengalaman yang tidak berfungsinya Bendungan – Bendungan  yang lain itu dikarenakan adanya penebangan bohon secara sembarangan oleh masyarakat sekitar, dan hasil penebangan bohon itu di buang didalam Bendungan sehingga Bendungan tersebut tidak berfungsi dengan normal. “Sedangkan untuk NTT sudah direncanakan ada tujuh pembangunan Bendungan oleh pemerintah Pusat, dan sementara ini Gubernur NTT  meminta pembagunan Bendungan ditambah empat  lagi sehingga menjadi 11 Bendungan di NTT direncanakan dibangun ,”Paparnya. (*hayer)


TAG