Kebaktian Malam Natal di Jemaat Koinonia

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos – Kupang,- Kebaktian malam Natal di Jemaat Koinonia Kupang, dibawakan secara bergantian oleh empat pendeta yang dipimpin Ketua Majelis Jemaat, Pdt Yabes Abraham Runesi, STh, Pdt Natalinda Lay-Pandie, STh, Pdt Wennyi Y Djahimo, STh dan Pdt Aleida Yovita Salean-Sola, STh, MHum, Rabu 24 Desember 2014, jam 19.00 wita.

Pdt Aleida Yovita Salean-Sola, STh, MHum dalam Renungan yang diambil dari bacaan Injil Lukas 2:1-20 itu,  mengatakan, berita kelahiran-Nya membawa dampak sukacita. Ada kesukaan besar bagi surga dan dunia. “Bala tentara surga memuja Allah, gembala-gembala Efrata pun demikian. Bergegas mencari untuk menyembah-Nya. Sudahkah kedatangan-Nya punya dampak sukacita besar di hidup kita? Ataukah kesukaan besar itu hanya milik para malaikat dan para gembala,” katanya.

Menurut Pdt Aleida, Allah hadir dalam sejarah manusia. Allah Yang Maha Tinggi, Besar dan Mulia mau turun ke dunia, mewujud dalam diri seorang bayi laki-laki. Di bungkus dengan lampir, dibaringkan di dalam palungan karena tidak ada tempat bagi Dia. Padahal, Ia datang untuk menyelamatkan manusia dan seluruh ciptaan-Nya.

“Ia telah lahir di Betlehem dahulu kala dan hari ini ketika kita beribadat menyambut kelahiran-Nya, satu hal yang mesti kita ingat dan renungkan, betapa Ia mengasihi Saudara dan saya. Ia mau lahir di hati kita, hidup kita sekarang disini, bukan di Betlehem sana dahulu kala. Berikanlah hati dan hidup menjadi tahta kebesaran-Nya. Kita memberi Tuhan Yesus yang terbaik bagi-Nya di hidup kita. Jangan Dia datang dan tidak ada Tuhan Yesus di hidup kita. Karena hidup kita penuh dengan luka dan borok dosa,” kata Pdt Aleida

Pdt Aleida mengatakan, perayaan Natal tahun ini mengambil tema, ‘Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga’. Menurutnya, masih banyak anggota-anggota keluarga yang belum menikmati sukacita/kabar kesukaan itu. “Orang-orang tua yang berbeban karena laju kebutuhan hidup rumah tangga tidak berbanding lurus dengan penghasilan. Dampaknya multi dimensi,” ujarnya.

Pdt Aleida mengajak seluruh umat agar menjadi pelaku kabar baik/kabar kesukaan. Jangan mendengar/menerima untuk diri sendiri. “Karya hidup kita hendaklah diukir indah dengan kebaikan-kebaikan dan kabar baik,” katanya. (*hayer)