Kejari Soe Periksa Kadistan NTT

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos -SOE, – Penyidik Kejaksaan Negeri Soe melakukan pemeriksaan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, John Tay Ruba dalam kasus dugaan korupsi pencetakan sawah di Kabupaten TTS TA.2012 yang berlangsung di Kantor Kejari Soe, Rabu 17 Desemmber 2014.

Pantauan wartawan , pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Johanes Tae Ruba berlangsung di Ruangan Fungsional Kejaksaan Negeri Soesejak pukul 10.00 wita hingga pukul 14.30 wita oleh Jaksa Raden Arry Verdiana,SH, Geri Gultom,SG dan dua Jaksa lainnya.

Pemeriksaan terhadap Johanes Tae Ruba terkesan tertutup. Wartawan yang berupaya mengambil gambar pun terpaksa dihalau oleh salah seorang Jaksa.

Johanes Tae Ruba yang dikonfirmasi wartawan di sela-sela pemeriksaan itu enggan berkomentar.

“Saya tidak tahu, no coment,”kata Johanes singkat kemudian kembali ke ruang pemeriksaan.

Sementara Kejari Soe, Oscar Douglas Riwu,SH kepada wartawan dikantor Kejaksaan Negeri Soe mengatakan bahwa penyidik sudah menjadwalkan hari ini (kemarin red) memeriksa Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yaitu Kepala Dinas Pertanian Johanes Tae Ruba dan PPK

“Iya hari ini jadwalnya kita periksa KPA dan PPK-nya”,jelas Kejari Oscar.

Lebih lanjut Kejari Oscar menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap KPA dan PPK tentu terkait dengan mekanisme dan prosedur pencairan keuangan yang tidak didasarkan pada petunjuka pelaksana (Juklak) yang sudah tentu dengan perjanjia yaitu melalui 4 (empat) tahap.

“Kita minta keterangan mereka tentu terkait dengan mekanisme dan prosedur pencairan dana tersebut yang menurut Juklak dan perjanjian harus 4 (empat) tahap,”terang Kejari Oscar.

Menurut Kejari Oscar yang terjadi adalah dana sudah dicairkan 100 persen sejak bulan Juni 2012 sementara pekerjaan baru dimulai pada bulan Desember 2012.

Ia menambahkan, sesuai Juklak  alur pencairan dana bermula dari pengajuan permohonan pencairan dana dari kelompok tani ke KPA berdasarkan realisasi fisik pekerjaan yang diperiksa pengawas dan diketahui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan memperhatikan progress pekerjaan. Dana tersebut kata Oscar dicairkan langsung ke kelompok tani selaku pengelola kegiatan.

“Yang terjadi tidak ada progress fisik namun dananya sudah dicairkan ke rekening kelompok hal inilah yang menjadi persoalan,”ungkap Oscar.

Untuk diketahui proyek percetakan sawah untuk 15 kelompok di desa Loli, desa Puna, Desa Mnesatbubuk dan Desa Konbaki menelan dana sebesar 5 Miliar . Sawah yang harus dicetak dengan dana 5 Miliar itu sebanyak 500 ha dengan 10 juta rupiah untuk 1 ha.

Yang terjadi bahwa proyek yang sumber dananya dari APBN tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga melahirkan pengaduan dari masyarakat desa Loli, Konbaki,Mnesebubuk dan Desa Puna ke Kejaksaan Negeri Soe, sehingga aparat kejaksaan mulai melakukan penyelidikan dan penyidikan.(*Pal)