Kejati NTT Ekspos Kasus MBR 2013 Di Kejagung

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos-Kupang, – Pekan depan, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) bakal menggelar ekspos hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Provinsi NTT, TA. 2013.

John Walingson Purba

John Walingson Purba

 

Sesuai agenda, ekspos seharusnya digelar Kamis (27/11) namun terpaksa ditunda, lantaran Kajati NTT, John Walingson Purba, harus menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab) Kajagung di Jakarta.

As Tipidsus, Kejati NTT, Gasper Kase, kepada wartawan, kamis (2711) mengatakan Kajati NTT, John Walingson Purba telah berangkat ke Jakarta untuk menggelar ekspos kasus dugaan korupsi MBR di kejagung RI.

Gasper mengatakan, ekspos dilakukan untuk melihat sejauh mana hasil penyelidikan, guna dijadikan acuan untuk menetapkan arah proses hukum selanjutnya.

Dalam tahap penyelidikan, kata Gaspar, tim penyelidik yang dipercayakan menangani kasus ini, telah memeriksa sejumlah saksi pada Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI di Jakarta, diperiksa pula Deputi dan Kasatker yang menangani proyek MBR 2013 senilai Rp 150 milyar.

Saksi yang telah diperiksa, lanjutnya, termasuk Kasatker MBR NTT TA. 2013, Thony Rusmar Sidik dan Satriadi, termasuk Fernando Nainggolan selaku PPK proyek MBR di Kota Kupang TA. 2013. Dari hasil penyelidikan, diketahui pihak Kemenpera baru melakukan pencairan tahap pertama dana proyek itu, senilai Rp 25 milyar, dari total anggaran Rp 150 milyar.

Dikatakan Gaspar, selain saksi di Kemenpera, tim penyelidik juga berencana memeriksa seluruh kontraktor pelaksana dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek MBR 2013.

Menurutnya, tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah MBR di Kabupaten Alor, masing-masing Seface Penlaana (PPK MBR Kab. Alor), Johny Kainde (Direktur PT. Sarana Wangun Persada), dan Kusuma Edy (Konsultan Supervisi), segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang

Dijadwalkan, pelimpahan perkara ke pengadilan, akan dilakukan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalabahi, Senin (1/12) mendatang.

 

Dalam menindaklanjuti perintah Kajati, kata Gasper, tim JPU Kejari Kalabahi, selama sepekan terakhir, telah merampungkan surat dakwaan bagi masing-masing tersangka, pasca pelimpahan tahap dua oleh tim penyidik Kejati NTT.

 

Gasper menambahkan, hingga saat ini, pelimpahan tahap dua perkara MBR dengan tersangka Rony Anggrek (Direktur Timor Pembangunan), belum dapat dilakukan, karena yang bersangkutan masih menjalani masa penyembuhan, setelah operasi batu empedu di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, beberapa waktu lalu.

 

Gasper menambahkan, dalam kasus dugaan korupsi proyek MBR TA. 2012, pihaknya juga segera melakukan pelimpahan tahap dua perkara dengan tersangka Joni Liunokas (PPK MBR Kab. TTS), Fransiskus Dethan (PPK Kab. TTU), Fransiskus Gregorius Silvester (PPK Kab. Belu), Nardi Eko Pransto (Direktur PT. Sumber Griya Permai di Belu), dan H. Jumari (Direktur PT Tiga Dimensi Intiland di Belu dan TTS).

 

Ditambahkan, tim penyidik juga telah menerima hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT, dan hasil itu telah dilampirkan dalam berkas perkara.

 

Selain itu, pihak Kejati juga telah meminta pendapat para ahli dari PNK untuk menilai kondisi proyek dan konstruksinya, dan ahli dari LKPP terkait proses pengadaan, kontrak kerja dan penyerahan uang muka proyek MBR, termasuk pihak BPKP Perwakilan NTT selaku ahli dalam melakukan perhitungan kerugian negara.  (che)