Operasi Pekat, Dua Pasangan Mesum Dibekuk

KUPANG, MEDIA GROUP – Menjelang hari raya natal, Kepolisian Daerrah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan razia Penyakit Masyarakat (PEKAT). Rasia tersebut dilakukan pada semua tempat-tempat hiburan dan semua hotel yang menyebar di Kota Kupang. Dalam rasia yang dilakukan oleh Tim Kepolisian Polda NTT, Jumad (12/12), kemarin, di Hotel Ti’I Langga, tepatnya di RT. 29. RW. 06, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, polisi berhasil menggerebek dua pasangan mesum.

Kedua pasangan tersebut langsung dimuat dalam mobil dan dibawa ke Polda NTT, guna diberikan pembinaan.

Pantauan wartawan, setelah menunjukan Surat Perintah Operasi (SPO) pada pemilik hotel tersebut, petugas langsung mengeledah seluruh isi kamar yang berada dalam hotel tersebut.

Saat anggota polisi sampai di kamar sebelas dan enam, pintu dalam keadaan terkunci oleh penghuni yang berada di dalam. Polisi hendak membuka paksa pintu, namun karena mendengar yang menyuruh membuka pintu adalah anggota polisi, pasangan tersebut langsung membuka pintu.

Setelah diinterogasisi dan dimintai keterangan, pasangan tersebut mengatakan mereka merupakan pasangan suami isteri. Polisi langsung meminta bukti surat nikah, namun pasangan tersebut tidak bisa membuktikannya.

Ketahuan. keduanya merupakan pasangan selingkuh, kedua pasangan tersebut langsung di giring ke dalam mobil dan dibawa ke Polda NTT guna diberikan pembinaan.

Pemilik hotel, Margareth (25), kepada wartawan mengatakan, operasi yang dilakukan aparat polisi merupakan operasi yang biasa dilakukan setiap tahun menjelang hari raya natal. Olehnya, saat kedatangan anggota polisi, dirinya tidak merasa kaget. “Operasi seperti ini biasa dilakukan setiap tahun, apalagi ini kan menjelang natal, apalagi polisi punya surat perintah untuk melakukan operasi,” ujarnya.

Saat ditanya apakah anggota polisi tersebut menunjukan surat perintah operasi, dirinya mengatakan, anggota kepolisian tersebut menunjukan kepadanya surat perintah operasi. Oleh karena itu, sebagai pemilik hotel dirinya tidak mempunyai hak untuk melarangnya.

Ia menuturkan, pernah pada bulan July lalu, hotelnya pernah digeledah oleh beberapa orang dengan menggunakan pakian preman yang mengaku anggota polisi. Anggota polisi tersebut, lanjutnya, tidak mengantongi Surat Perintah Operasi. (amr)