Pekerjaan Irigasi Di Kelurahan Belo Mandek

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos – Kupang, Anis Ndun warga Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa Kota Kupang menyesalkan kinerja salah satu kontraktor yang mengerjakan pekerjaan Irigasi dengan dana DAU senilai 300 juta dari Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang, yang dikerjakan di RT 06/Rw 003 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa yang dibiarkan mandek selama dua minggu dengan alasan material untuk pekerjaan Irigasi habis . Keluhan disampaikan Anis Ndun kepada wartawan ini dikediamannya di Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Selesa 16 Desember 2014, jam 9.30 wita.

Menurut Anis, proyek pekerjaan irigasi ini sejak tanggal 2 September 2014 lalu, tetapi hingga saat ini belum selesai . “Pekerjaan Irigasi ini terlambat karena fakum selama dua minggu tidak ada aktiofitas perkerjaan sama sekali dengan alasan material untuk pekerjaan tesebut kosong. Saya rasa ini hanya alasan saja dari pihak kontraktor, masa materianya bisa sampai kosong, dan ini alasan yang  sangat tidak masuk akal, “Katanya.

Dilanjutnya, pekerjaan ini apabila tidak diselesaikan secepetnya, maka saat hujan pekerjaan Irigasi bisa rusak. “Saat ini sudah masuk pada musim hujan, dan bila  pekerjaan ini tidak diselesaikan secepat mungkin maka  pekerjaan bisa hancur karena hujan, “Ungkapnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas PU Kota Kupang Daud Adoe saat dikonfirmasi media media ini mengatakan, peryataan warga yang mengatakan ada pemberhentian pekerjaan Irigasi di Kelurahan Belo selama dua minggu itu tidak benar. “Apa yang dikatakan salah satu warga Belo ini sangat tidak benar, apa lagi dibilan selama  dua minggu berhenti aktifitas pekerjaan Irigasi dikarenakan adanya kekosongngan material. Hal yang dikatakan itu sangat tidak benar, “Katanya.

Menurutnya, pekerjaan Irigasi yang sedang dilaksanakan di Kelurahan Belo saat ini sudah rampung dan bahkan pekerjaan ini tinggal di Pre Hand Over (PHO). “Pekerjaan ini sudah mau PHO dan sesuai kontrak pekerjaan ini selesai tanggal 21 Desember 2014 mendatang, dan pekerjaan ini sendiri ada permintaan dari warga agar lantai Irigasi tersebut tidak usa di semen dasarnya dan permintaan warga kami ikuti saja. pasalnya, itu permintaan warga jadi kita ikut saja. Dan pekerjaan lantai Irigasi yang kita tidak lakukan pekerjaan tersebut, kita alikan ke pekerjaan tembok Irigasi. Agar volume pekerjaannya tetap tidak berkurang dan sesuai teknik harus masuk, “Jelasnya. (*hayer)