Adi Nange

Pelaku Penganiyaan Ananda Fatika Bukan Hanya Anak dibawah Umur

Terkait Kasus Tindak Kekerasan Ananda Fatika Mete

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos –Kupang,- Dugaan tindakan penganiayaan yang dialami Ananda Fatika Mete (16) Warga RT.018/RW.0 05, Kelurahan Bakunase Dua, Kecataman Kota Raja pada 5 juli 2014 lalu yang diduga terendap di Polsek Oebobo mengalami titik terang karena berkas persoalan ini telah dikirim ke kejaksaan Negeri Kupang, namum keseriusan tersebut belum sepenuhnya dibuktikan kepolisian Sektor Kecamatan Oebobo Kota Kupang karena berdasarkan laporan korban yang dibuat diduga pelaku penganianyaan terhadap Anada Fatika ditetapkan oleh polsek Oebebo hanya dua tersangka itupun anak dibawah umur ,namum kenyataannya ada pelaku lain orang dewasa yang tidak diungkapkan.

Adi Nange

Adi Nange

Demikian penegasan Staf Piar NTT, Adi Candra Yunior Nange Jumat 12 Desember 2014 pukul di Kantor Piar NTT . lenjutnya Polsek Oebobo harus dapat mempercepat proses penanganan kasus ini, karena sesungguhnya kasus ini tergolong kasus ringan. Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Rudi Soik saja terlampau cepat dalam penanganannya, apa bedanya dengan kasus ini. Padahal kasus ini sudah sejak Juni 2014.

Dalam penanganan kasus ini menurutnya , Penyidik Polsek Oebobo harus juga menggunakan UU Perlindungan Anak, karena korban maupun sebagian pelakunya adalah tergolong dalam usia anak. Bahkan sebenarnya harus ditangani oleh Unit PPA, bukan oleh penyidik umum.

“ Pelaku dalam kasus ini sesungguhnya bukan hanya dua orang, tetapi lebih dari du orang dalam melibatkan beberapa orang dewasa atau orang tua dari pelaku yang lainnya itu,” Tegasnya.

Ia menegaskan Penanganan kasus yang lambat ini, menimbulkan sejumlah persepsi tentang prilaku polisi yang ganda dalam penanganan suatu kasus. Kasus-kasus tertentu bisa cepat, namun kasus lainnya diendapkan dengan maksud-maksud yang masih terselubung.

Diberitakan sebelumnya – Kasus penganiayaan yang dialami Ananda Fatika Mete  (16) Warga RT.018/RW.0 05,  Kelurahan Bakunase Dua, Kecataman Kota Raja pada 5 juli 2014 lalu yang diduga terendap di Polsek Oebobo mulai menemui titik terang. Kepala Polisi Sektor Kecamatan Oebobo, Nicodemus Ndoloe, S.E melalui penyidik,  Goris  kepada wartawan, Kamis (11/12) mengatakan, pihaknya  telah berupaya agar persoalan  tindak kekerasan yang dialami Ananda Fande Mete (16) di mediasi antara korban dan pelaku yang difasilitasi oleh Polsek Oebobo (difersi) sebanyak dua kali sebab persoalan ini melibatkan anak di bawah umur.

Namum demikian lanjutnya, upaya tersebut menemui jalan buntu karena keluarga korban tetap bersikeras agar  persoalan ini dilanjutkan. Saat ini pihaknya telah mengajukan berkas ke  tingkat jaksa penuntut Umum (JPU) kejaksa­an  Negeri Kupang.

“Pertimbangan kami untuk memediasi karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur,”ujarnya.

Ia mengakui, hingga saat ini pihaknya belum menahan pelaku Diana Paulina Lany dan Maria Rosa tetapi dikenakan wajib lapor karena pelaku berstatus sebagai pelajar yang masih aktif bersekolah serta koperatif dalam proses penyidikan. Diberitakan kemarin, Penyidik di Polsek Oebobo, Kota Kupang diduga kuat mengendapkan kasus penganiayaan yang dialami Ananda Fatika Mete (16) Warga RT.018/RW.0 05, Kelurahan Bakunase Dua, Kecataman Kota Raja.

Betapa tidak persoalan itu telah dilaporkan ke Polsek Oebobo sejak 5 juli 2014 namun hingga saat ini penanganan atas kasus yang menimpa Ananda tersebut tak jelas.

Korban Ananda yang ditemui wartawan, Rabu (10/12) kemarin mengungkapkan, persoalan yang menimpanya itu bermula saat dirinya berkomentar pada acun fecebook miliknya. Akibat komentarnya, ia harus mengalami tindakan kekerasan yang diduga  dilakukan temannya.

Atas kejadian yang menimpanya, ia langsung melaporkannya ke Polsek Oebobo, 5 juli 2014. Karena pihak kepolisian tak kunjung menyikapi laporannya, pertengahan Oktober lalu Ananda bersama keluarga mendatang PIAR NTT untuk meminta pendampingan Hukum.

Kepada wartawan ia menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya, Juli 2014 lalu ia mengomentari status yang dinaikan pelaku Putri Eduk di Faceebok dengan mengatakan “Lu Pung Maksud Apa”?. Teman di facebooknya, Linda Lani mengomentari status Putri eduk dengan kata-kata yang tidak senonoh. Selain itu, Linda mengancam akan mendatangi rumahnya.

Selang beberapa menit kemudian, Linda Lani bersama Putri Eduk dan dua orang temannya mendatangi kediaman Ananda.

“ Saat itu Linda bertanya dengan nada keras dan secara serempak (Linda Lani dan Putri Eduk) mendo­rong  saya dengan kedua tangannya. Selanjutnya, mereka memukul saya danh berhenti setelah tetangga datang melerai,” ungkapnya.

Setelah dilerai   Henderina Nitbani tetangga korban, Linda Lani dan Putri Eduk  menuju lokasi yang letaknya tak jauh dari tempat kejadian.

Merasa tidak puas sebut Ananda, dirinya mendatangi Linda dan menanyakan alasan mereka mendatangi kediamannya, tak disangka-sangka, maksud baiknya dibalas dengan penganiayaan oleh Linda bersama kawan-kawannya hingga dirinya jatuh.

Pertengkaran pun tak dapat dihindari dan baru berhenti setelah Ketua RT, Deni Lomi tiba ditempat kejadian dan melerai . beberapa saat kemudian, dirinya langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Oebobo Kota Kupang.

Aktivis PIAR NTT, Yusak Bilaut yang dihubungi wartawan pertelepon, Rabu (9/12) mengatakan, saat ini pihaknya telah  menerima laporan korban dan akan meminta Polsek Oebobo agar mengusut tuntas persoalan itu.( rsd)