Pemkab Kupang Lambat Menyelesaikan Hutang Hotel Fatuleu


Media Group :Zanolinenews, Erende Pos – Oelamasi, Pemilik Hotel Fatuleu  Kupang Zit Sine sangat menyesal dengan tindakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nusa Tenggara Timur (NTT)  Kupang yang melakukan penungakan pembayaran penginapan sekaligus  makan dan minun di hotel Fatulue sebanyak 26 juta untuk penginapan para atlit Persatuan Sepakbola Kupang (PSK). “ Saya kesini ingin bertemu dengan Kepala Bagian Administrasi Kesejateraan Rakyat (Kesra) Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Kupang, sekaligus Sekertaris Koni Kabupaten Kupang, Imanuel Dilos untuk bertangung jawab atas hutang yang sudah dilakukan pelatih PSK Oskar Lape tersebut.

Imanuel Dilos

Imanuel Dilos

Hal ini disampaikan pemilik Hotel Fatuleu Zit Zine kepada wartawan di kantor Koni Oelamasi Kabupaten Kupang, Kamis 11 Desember 2014, jam 10.30 wita.

Menurut Zit, hutang sejak enam bulan ini, hingga kini belum ada kepastian pelunansan dari pihak Koni Kabupaten Kupang. “Kami sudah enam kali mendatangi kantor Koni dan bertemu dengan salah satu staf dikantor tetapi jawabannya sangat mengambang dan tidak ada kepastian untuk pembayaran, dan bahkan kami di suruh oleh salah satu staf di kantor Koni agar hal ini di bicarakan kepada pelatih PSK Oskar Lape. Hal inilah yang membuat kita berpikir bahwa Koni Kabupaten Kupang terkesan melempar tanggung jawab, “Katanya.

Lanjutnya, persoalan yang terjadi anatara pemerintahan Kabupaten Kupang dan Koni buka urusannya tapi dirinya minta penjelasan masalah pembayaran hutang yang dilakukan Pemkab Kupang terhadap perusahaan kami.

“Kami tidak mau disuruh kesini dan di suruh kesana, yang kami mau hanya kejelasan masalah pembayaran penginapan hinga makan dan minum untuk para atlit PSK di hotel kami, “Tegasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Kupang Imanuel Dilos saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya membenarkan adanya kejadian hutang – pihutang antara PSSI Kabupaten Kupang dan pihak Hotel Fatuleu. “PSSI Kabupaten Kupang adalah tanggung jawab Koni Kabupaten Kupang Pemkab Kupang, maka dari itu anggaran untuk semua cabang olahraga yang di bawa naugan Koni semuanya mempunyai anggaran dana di tahun 2014 melalui dana APBD Kapaten Kupang melalui dana APBD Kabupaten Kupang. Tetapi yang menjadi masalah sekarang adalah dana kas di Koni ini sendiri kosong, karena masih semua dana untuk Koni ditahun 2014 masih  tahan oleh PPKD Kabupaten Kupang, “Katanya.

Dia mengatakan, dirinya sudah pernah melakukan konsultasi dengan PPAD terkait masalah ini, tetapi alasan dari PPAD sendiri bawa dokumen Koni 2013 sementara ditahan oleh Kejaksaan Negeri Oelamasi sehingga dana untuk Koni sendiri belum bisa cairkan. “Dengan ada kejadian seperti saya sendiri sudah di suruh oleh Bupati Kupang melalui Wakil Bupati, dan Setda Kabupaten Kupang untuk melakukan konsultasi kepada pihak Kejaksaan terkait masalahan pencairan dana di Koni. Karena Pemkab sendiri sudah memberikan dana tersebut kepada Koni dan ini artinya dana tersebut sudah sah, dan  menjadi milik Koni, tetapi pada saat pencairan pihak PPAD mengatakan dana untuk Koni tidak bisa dicairkan karena dokumen 2013 disita oleh pihak Kejaksaan. Saya merasa menyesal dengan sikap PPAD yang menahan dana untuk Koni, seharusnya pihak PPAD harus bersikap tegas untuk bisa mencairkan dana tersebut karena dokumen yang ditahan itu adalah dokumen 2013 bukan dokumen 2014, dan dokumen yang disita oleh kejaksaan itu sangat tidak bermasalah sehingga apa bila dokumen yang disita oleh Kejaksaan bisa diambil kembali oleh PPAD dari Kejaksaan baru dana untuk Koni bisa di cairkan, “Unkapnya.

Dia menegaskan, terkait dengan masalah pihutang antara Koni dan pihak Hotel Fatuleu akan di laporkan lagi ke Bupati sehingga Bupati bersama dengan Wakil Bupati dan Setda bisa memangil PPAD untuk membahas persoaln yang dihadapi Koni Kabupaten Kupang , agar diselesaikan dengan cepat, sehingga hutang Koni bisa dilunasi. (*hayer)