Pemkab Rote Ndao PHK Kontraktor Embung Oehutuk

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos- BA’A, – Plt Kepala Dinas PU Rote Ndao Dominggus Modok berjanji siap melakukan pemutusan hubungan kontrak (PHK) dengan CV. Kemuning Jaya dengan direktur Petrus S. terkait pengerjaan proyek pembangunan Embung  Oehutuk Desa Keoen Kecamatan Pantai Baru.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas PU Rote Ndao, Dominggus Modok saat digelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Rote Ndao, Selasa 9 Desember 2014.

“Kami akan cek di lapangan dulu dan kemungkinan kami akan lakukan PHK terhadap CV Kemuning Jaya dengan direktur Petrus S,” ujar Dominggus.

Terhadap penjelasan Modok tersebut, anggota DPRD Rote Ndao, maka Anwar Kiah meminta Dinas PU untuk langsung melakukan PHK tanpa perlu menjelaskan secara panjang lebar terkait pelaksanaan proyek pembangunan Embung Oehutuk.

Sementara Wakil Ketua DPRD Petrus Pelle mengatakan terkait rencana Dinas PU melakukan PHK terhadap CV Kemuning Jaya maka patut dipertanyakan apa sudah diambil langkah-langkah sesuai aturan yang berlaku untuk proses PHK.

“Sebelum dilakukan PHK saya mau tanyakan apakah dinas sudah mengambil langkah-langkah sesuai tahapan untuk melakukan PHK,” ujar Petrus Pelle.

Sebelumnya Ketua DPRD Rote Ndao Insan Saudale mengatakan dalam pengerjaan Embung Oehutuk oleh rekanan yang memenangkan proses lelang ada indikasi penyempitan areal genangan embung dimana tanggul belum selesai dikerjakan, dan pemadatan ditemukan tidak sesuai persyaratan teknis.

Lanjut Insan, proyek pengerjaan Embung Oehutuk saat kunjungan kerja dilapangan tampak hanya dikerjakan menggunakan satu alat berat yaitu eksavator.

“Setahu saya untuk pengerjaan embung maka harus ada item pengupasan bibir embung yang harus menggunakan alat berat Buldoser,” ujar Insan.

Ditambahkan Insan, lokasi proyek pengerjaan Embung Oehutuk disaat musim penghujan seperti sekarang ini tidak memungkin  alat berat bisa masuk di lokasi proyek

Oleh karena itu makan disarankan kepada pihak Dinas PU untuk menghitung biaya alat berat yang tidak digunakan untuk disetor kembali dananya karena setiap penggunaan alat harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan.

“Saya melakukan pengecekan pada malam hari ternyata dilokasi pengerjaan proyek tidak ditemukan adanya papan nama proyek,” aku Insan.

Lanjut Insan, atas temuan dilapangan tersebut maka pihaknya merekomendasikan kepada Dinas PU untuk melakukan PHK karena sepengetahuan dana proyek belum dicairkan oleh rekanan.

“Kalau mau dipaksakan maka pekerjaan proyek Embung Oehutuk nantinya asal jadi,” ujar Insan.

Selian itu warga juga meminta untuk akses jalan menuju lokasi pengerjaan proyek Embung Oehutuk karena sudah memasuki musim tanam.(*eno)