Pemkab TTU Gelar Bimtek Peningkatan Kualitas Guru

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos – Kefamenanu – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga TTU menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Guru (PKG) dan Peningkatan Kualitas Kepala Sekolah (PKKS)  tahun 2014 yang berlangsung di Aula Paroki Naesleu, Rabu 17 Desember 2014.

BIMTEK - Guru-guru di Kabupaten TTU saat mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan kualitas guru.

BIMTEK – Guru-guru di Kabupaten TTU saat mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan kualitas guru.

 

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan di selam-sela kegiatan itu mengatakan, pelaksanaan kegiatan itu bertujuan untuk mengetahui Kualitas pendidikan yang dimiliki oleh guru, baik kepala sekolah maupun guru-guru senior. Sehingga para peserta yang mengikuti kegiatan ini bisa menilai dan mengetahui  kualitas guru yang ada di sekolah masing-masing.

Pantauan wartawan, turut hadir dalam kegiatan ini  Drs. Lukas Pusi Keyn, MM dari LPMP NTT dan Stefanus Toal  sebagai pemateri. Semua Peserta dihimbau untuk mengikuti semua tahapan yang ada, salah satunya yaitu  Pos test. Sehingga para pemateri bisa mengetahui kualitas para peserta. Ini merupakan kegiatan tahap ke tiga guna memajukan kualitas guru di TTU.

Salah seorang guru senior, Baselinus Taus menyatakan pelatihan ini akan mulai diberlakukan pada awal tahun 2015. Dimana setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini harus selalu memantau dan menilai kualitas guru-guru yang lain. Sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan  di TTU.

Taus menegaskan, pada tahun berikutnya setiap calon guru yang melamar harus didahului dengan test, yang paling utama adalah kualiatas. Karena bukan hanya keterampilan dan karakter yang dibutuhkan tetapi juga Kualitas.

Di ruang terpisah seorang Kepala Sekolah yang enggan menyebutkan identitasnya, ketika ditanya wartawan tentang Pemerintah Pusat yang membatalkan berlakunya kurikulum 2013. Beliau menuturkan Guru di NTT memang belum siap menerapkan kurikulum 2013. Penerapannya gampang-gampang susah namun belum semua guru mengerti,  kalau  harus kembali kurikulum 2006 akan lebih baik karena langsung pada penerapan tanpa melalui sosialisasi. (dev)