Penjual Kerupuk ditemukan tewas

Media Group : Zonalinenws,Erende Pos –Kupang,- Seorang penjual kerupuk ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di RT 04 RW 08 Kelurahan Naikoten II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Selasa (9/12).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun korban diketahui bernama Abdul (44) yang kesehariannya sebagai pedagang kerupuk yang selalu berkeliling seputar wilayah kota Kupang untuk menjajakan dagangan kerupuknya.

Saat ditemukan, kondisi korban tewas dalam posisi tertidur dengan selimut yang masih menutupi tubuhnya yang terbaring kaku.

Suwarno (46) bos korban mengatakan, bahwa korban sejak bekerja padanya, dia menempati menempati sebuah kamar kos bersama empat orang teman lainnya yang berprofesi sebagai penjual kerupuk di kontrakan miik Ni Ketut Warnawati.

“Setiap pagi memang kami ka bangun pukul 05:00 wita untuk melakukan sholat subuh bersama-sama. Namun pada Selasa pagi itu ketika teman-teman membangunkan korban untuk sholat, Korban merespon seperti biasanya dan akhirnya kami sholat sendiri tanpa di ikuti korban,”
Setelah selesai sholat, teman-teman korban kembali membangunkan korban untuk bersiap-siap mau berjualan.

“Kami berusaha membangunkan korban, namun ternyata korban tidak bangun-bangun akhirnya kami sadar kalau ternyata korban sudah meninggal dalam keadaan tertidur ujar,” jawab Suwarwo.
Agus, temannya menambahkan, korban ini baru tiga bulan berada di kota Kupang untuk berjualan kerupuk. Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui sudah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak dan salah satunya cacat fisik. Rencananya hari ini juga jenazah korban akan diterbangkan ke Surabaya baru menempuh jalur darat menuju seragem jawa tengah untuk dimakamkan.

“Keluarganya sudah kami informasikan terkait meninggalnya korban dan segera akan dikirim ke kampung halamannya,” tambah Agus.

Kapolsek Oebobo Nicodemus Ndoloe, S.E yang ditemui mengatakan kami sudah melakukan olah TKP di dalam kamar korban dan visum fisik terhadap jenazah korban dan hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Kami sudah meminta agar jenazah korban dilakukan otopsi untuk mengetahui kepastian kematian korban tetapi keluarga menolak dengan alasan ini musibah dan korban meniggal secara wajar ungkap pria berkulit hitam manis ini. (*rsd)