PMKRI, Kapolda NTT Harus di Copot !

KUPANG, MEDIA GROUP – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Pusat menuntut Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Sutarman mencopot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol. Endang Sunjaya dari jabatannya.

KAPOLDA NTT BRIGADIR JENDERAL POLISI Drs. ENDANG SUNJAYA S.H., M. H

KAPOLDA NTT BRIGADIR JENDERAL POLISI Drs. ENDANG SUNJAYA S.H., M. H

 

Desakan ini disampaikan Ketua PMKRI Pusat, Lidya Natalia Sartono kepada wartawan pertelepon, Minggu (14/12) malam.

Ia mengatakan hal ini terkait kasus penyerangan aktivis mahasiswa di Sekretariat PMKRI Cabang Kupang oleh anggota kepolisian, Selasa (2/12) lalu.

Menurutnya, penyerangan itu merupakan salah satu potret kegagalan Kapolda NTT dalam memimpin dan membimbing bawahannya.

Selain mencopot Kapolda NTT dari jabatannya, Lidya juga mendesak agar oknum polisi asal Polda NTT yang melakukan penyerangan juga dicopot.

“Sebagai pimpinan, Kapolda telah gagal dalam memimpin bawahannya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, kami minta Kapolda dan bawahannya yang melakukan penyerangan harus dicopot dari jabatannya,” tandasnya.

Hingga saat ini kata Lidya, pihak kepolisian terkesan tidak memiliki itikad baik untuk menyelsaikan masalah itu.

“Teman-teman di Kupang selalu membuka ruang agar kepolisian mau duduk bersama menyelesaikan masalah ini, tapi sayangnya niat baik kami tidak di respon oleh Kapolda dan jajarannya,” ungkapnya.

Lidya mengungkapkan, PMKRI pusat telah melakukan berbagai upaya agar Kapolri mau duduk dan berdialog terkait aksi kekerasan yang menimpa teman-teman PMKRI di Kupang – NTT, namun Kapolri menurutnya terkesan menutup diri dan seolah-olah tidak mengetahui persoalan ini. “Kami dipusat terus berjuang agar Kapolri mau duduk bersama dan menyelesaikan persoalan ini, tapi sepertinya Kapolri masih menutup diri dan seolah-olah tidak mengetahui persoalan ini, kami akan menunggu sampai minggu apakah ada itikad baik dari kapolri atau tidak,” ungkapnya.

Terkait isu bahwa ada upaya dari pihak kepolisian yang secara diam-diam melakukan pertemuan jamuan makan malam dengan PMKRI Cabang Kupang, Jumat (12/12) malam, ia mengatakan, bila ada aktivis PMKRI yang hadir tidak serta merta mewakili PMKRI.

“Siapapun yang hadir sah-sah saja tetapi sebagai individu,” jelasnya.

Lidya menambahkan, Kapolri berencana akan datang ke NTT sehingga diharapkannya agar momentum itu digunakan untuk mengurus kasus ini.

“Moment Kapolri ke NTT itu kan pas, pak Kapolri harus menunjukkan niat baik untuk melihat perkembangan penanganan kasus ini,” tambah Lidya.(rsd/wan)