PMKRI Tuding Gubernur NTT Jadi Mr Diam

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos –Kupang,- Maraknya persoalan perdagangan manusia (Human Trafficking) di wilayah Nusa Tenggara Timur seolah luput dari perhatian Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya

Frans Lebu Raya

 

Atas sikap Gubernur Lebu Raya itu, aktivisi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mempertanyakan sikap Gubernur NTT yang terkesan memilih berdiam diri.

Hal ini dikemukakan Ketua PMKRI Cabang Kupang, Juventus Kago kepada wartawan ditemui di marga juang PMKRI, Senin 15 Desember 2014.

Pada hal kata Juventus, kasus perdagangan manusia (Human Trafficking) yang terjadi di wilayah NTT cukup meresahkan. Kepada wartawan, ia mempertanyakan sikap Gubernur Lebu Raya yang terkesan bungkam dan tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai kasus human trafficking baik melalui media masa maupun media elektronik.

Ia mencontohkan, kasus penganiayaan dan penyerangan marga PMKRI dalam aksi menentang kasus human trafficking beberapa waktu lalu merupakan bentuk perjuangan mahasiswa yang peduli terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di NTT.

Ironisnya kata Juventus, Gubernur NTT sebagai kepala wilayah seolah-olah mengabaikan persoalan itu.

“Kami merasa heran dengan sikap Gubernur NTT yang menjadi apatis dengan persoalan kemanusiaan yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya. Sebagai seorang pemimpin seharusnya memberikan kebijakan bahkan mendesak untuk penuntasan kasus ini, bukannya berdiam diri. Sikap apatis gubernur ini patut dipertanyakan,” katanya.

Ia juga menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya menggelar pertemuan jamuan makan malam dengan aparat kepolisian di Hotel Ima Kupang, saat itu pihaknya membahas mengenai perkembangan proses penyelesaian kasus Human Trafficking yang selama ini ditangani Polda NTT.

Sedangkan terkait penyerangan ke marga PMKRI oleh aparat kepolisian Polda NTT beberapa waktu lalu, kata dia, Polda NTT sudah memberikan sanksi disiplin kepada anggota polisi yang saat itu terlibat penyergapan.

Namun, lanjutnya, terhadap kasus penganiayaan terhadap Cristian Saturnus Djawa yang melibatkan oknum polisi tetap diproses secara hukum.

“Oknum polisi yang terlibat akan diberikan sanksi disiplin oleh Kapolda. Tetapi untuk kasus penganiayaan terhadap kawan kami, kami tetap pada pendirian untuk diproses secara hukum,” katanya.

Ia berharap, agar Gubernur dengan kewenangan yang dimilikinya memberikan desakan serta mendorong penegak hukum di NTT agar menuntaskan kasus human trafficking di NTT.(*amr)