siswa smu berkelahi

Polsek Oebobo Endapkan Kasus Penganiayaan Ananda Fatika

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos -kupang, – Penyidik di Polsek Oebobo, Kota Kupang diduga kuat mengendapkan kasus penganiayaan yang dialami Ananda Fatika Mete (16) Warga RT.018/RW.0 05, Kelurahan Bakunase Dua, Kecataman Kota Raja.

siswa smu berkelahi

 

Betapa tidak persoalan itu telah dilaporkan ke Polsek Oebobo sejak 5 juli 2014 namun hingga saat ini penanganan atas kasus yang menimpa Ananda tersebut tak jelas.

Korban Ananda yang ditemui wartawan, Rabu 10 Desember 2014 mengungkapkan, persoalan yang menimpanya itu bermula saat dirinya berkomentar pada acun fecebook miliknya. Akibat komentarnya, ia harus mengalami tindakan kekerasan yang diduga  dilakukan temannya.

Atas kejadian yang menimpanya, ia langsung melaporkannya ke Polsek Oebobo, 5 juli 2014. Karena pihak kepolisian tak kunjung menyikapi laporannya, pertengahan Oktober lalu Ananda bersama keluarga mendatang PIAR NTT untuk meminta pendampingan Hukum.

Kepada wartawan ia menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya, Juli 2014 lalu ia mengomentari status yang dinaikan pelaku Putri Eduk di Faceebok dengan mengatakan “Lu Pung Maksud Apa”?. Teman di facebooknya, Linda Lani mengomentari status Putri eduk dengan kata-kata yang tidak senonoh. Selain itu, Linda mengancam akan mendatangi rumahnya.

Selang beberapa menit kemudian, Linda Lani bersama Putri Eduk dan dua orang temannya mendatangi kediaman Ananda.

“ Saat itu Linda bertanya dengan nada keras dan secara serempak (Linda Lani dan Putri Eduk) mendorong  saya dengan kedua tangannya. Selanjutnya, mereka memukul saya danh berhenti setelah tetangga datang melerai,” ungkapnya.

Setelah dilerai Henderina Nitbani tetangga korban, Linda Lani dan Putri Eduk  menuju lokasi yang letaknya tak jauh dari tempat kejadian.

Merasa tidak puas sebut Ananda, dirinya mendatangi Linda dan menanyakan alasan mereka mendatangi kediamannya, tak disangka-sangka, maksud baiknya dibalas dengan penganiayaan oleh Linda bersama kawan-kawannya hingga dirinya jatuh.

Pertengkaran pun tak dapat dihindari dan baru berhenti setelah Ketua RT, Deni Lomi tiba ditempat kejadian dan melerai . beberapa saat kemudian, dirinya langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Oebobo Kota Kupang.

Aktivis PIAR NTT, Yusak Bilaut yang dihubungi wartawan pertelepon, Rabu 10 Desember 2014 mengatakan, saat ini pihaknya telah  menerima laporan korban dan akan meminta Polsek Oebobo agar mengusut tuntas persoalan itu.

Kasus penganiayaan yang dialami Ananda Fatika Mete (16) Warga RT.018/RW.0 05, Kelurahan Bakunase Dua, Kecataman Kota Raja pada 5 juli 2014 lalu yang diduga terendap di Polsek Oebobo mengalami titik terang ,Kepala Polisi Sektor Kecamatan (kapolsek) Oebobo, Nicodemus Ndoloe, S.E melalui penyidik, Goris Kamis 11 Desember 2014 menegaskan pihaknya telah berupaya agar persoalan tindak kekerasan yang dialami oleh Ananda Fande mete (16) di mediasi antara korban dan pelaku yang difasilitasi oleh Polsek Oebobo (difersi) sebanyak dua kali, karena persoalan ini melibatkan anak dibawah umur. namum upaya tersebut mengalami jalan buntu karena keluarga korban tetap bersikeras menuntut agar persoalan ini bisa dilanjutkan, untuk itu saat ini pihaknya telah mengajukan berkas ke tingkat jaksa penuntut Umum (JPU ) kejaksaan Negeri Kupang.

Dikatakanya, pihaknya berupaya maskimal untuk memediasi persoalan sehingga persoaln ini terkesan lama penyelesainnya , namun korban juga mempunyai hak untuk meneruskan persoalan ini. “ pertimbangan kami untuk memediasi kerana kasus ini melibatkan anak dibawah umur , dan rata –rata para pelaku adalah pelajar smu di Kota Kupang, sehingga kami ada upayakan persoalan ini difersi,” tegas Goris.

 

Menurutnya, Sampai saat ini pelaku Diana Paulina Lany dan Maria Rosa tidak kami tahan tetapi dikenakan wajib lapor karena pelaku merupakan pelajar yang masih aktif bersekolah serta koperatif dalam proses penyidikan. “ pertimbang tersebut sehingga pelaku kami bebaskan dan dikenakan wajib lapor,”Jelasnya.( *rusdy)