Salah Paham Yufri Dihajar Tiga Pemuda Mabuk Pakai Batako

KEFAMENANU, MEDIA GROUP- Naas menimpa Yufriandi Bantaika (2O), warga Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, terpaksa dilarikan ke RSUD Kefamenanu, pada Jumat (12/12). Sekujur tubuh korban yang juga kondektur mobil Box terpaksa dirawat tim medis lantaran dihajar tiga oknum pemuda mabuk menggunakan batu batako hingga pingsan. Keesokan harinya korban Yufri baru sadarkan diri setelah mendapat perawatan medis.

Saat ditemui di ruangan sall pria RSUD Kefamenanu, Minggu (14/12) menuturkan kejadian yang menimpanya bermula ketika saat mobil box keluar dari depan Toko Andayani dua, dekat pasar Lama Kefamenanu. Saat itu mobilnya baru selesai membongkar muatan barang di toko Andayani dua, sementara para pelaku dari toko Andayani satu,  muncul dalam keadaan mabuk.

“Nah saat mobil kami maju mereka sempat gertak bilang tabrak saja, saya juga sempat marah karena saya cape kan baru selesai kasih turun barang. Mereka (pelaku-red) datang dalam keadaan mabuk,”kisah Yufri

Lantaran dalam kondisi mabuk sehingga terjadi pertengkaran mulut bahkan nyaris adu jotos, pertengkaran berhenti setelah pemilik toko Andayani dua, keluar dan melerai aksi itu.Tidak hanya disitu, Yufri pun akhirnya mendatangi Toko Andayanai satu, yang berjarak tidak jauh dari tokoh Andayani dua.

Rupanya para pelaku yang lagi dalam keadaan mabuk alkohol tak puas sehingga membuntutinya dan langsung menganiaya Yufri.Tiga diantara empat orang yang terus menganiaya dirinya, sementara salah satu rekan pelaku berusaha untuk melerai tapi tidak berhasil.Korban selain dianiaya menggunakan ayunan tangan, korban juga dianiaya menggunakan batako hingga terjatuh dan pingsan.

“Yang pukul saya ini anak dari Benpasi saya juga tidak kenal mereka. Mereka pukul saya hingga jatuh di dalam got depan toko Andayani satu,”ucap Yufri

Sementara Rosalinda Klau, ibu Kandung korban, yang saat itu berada di RSUD mengaku kaget ketika mengetahui puteranya sudah berada di RSUD Kefamenanu untuk dirawat. Rosalinda meminta aparat Polisi untuk secepatnya menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dihadapan hukum.Sebab akibat penganiayaan tersebut puteranya mengalami luka disekujur tubuhnya bahkan benturan di bagian kepala.

“Ya muda mudahan tidak ada gangguan untuk anak saya.Selama ini Yufri yang menafkahi kami sekeluarga. Saya mohon Polisi tindak tegas para pelaku,”pinta Rosalinda ibunda korban

Kapolres TTU, AKBP Robby M. Samban melalui Kabag Humas Aipda Felix Kadati, mengaku kasus tersebut sedang ditangani pihaknya korban sudah dilakukan visum etreperdum. Bahkan para pelaku sudah ditahan masing masing yakni Ali dan Ade asal warga kampung Sabu Kelurahan Kefa Tengah.

“Saat dapat laporan kita langsung turun ke lokasi para pelaku kita sudah tahan di Polres. Kita akan usut sampai tuntas,”tandas Kadati.(dev)