Sekda NTT Ancam Polisikan Wartawan

KUPANG, MEDIA GROUP – Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Salem yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTT mengancam akan mempolisikan wartawan dan Pegawai Negeri Sipil di Dispenda NTT.

Ancaman tersebut dilontarkan mantan kepala Dinas Sosial NTT itu, saat wartawan mengkonfirmasinya soal dugaan korupsi anggaran Rp150 miliar di Dispenda NTT untuk penyediaan peralatan Samsat Online di ruang kerjanya, Jumat (13/12) siang.

Kepada wartawan ia menepis dugaan keterlibatannya dalam kasus itu. Frans juga mengatakan informasi PNS di Dispenda NTT yang menyebut dirinya mengetahui anggaran Rp150 miliar untuk penggunaan system online tersebut sebuah usaha untuk mencederai dirinya sebagai seorang pejabat Negara.

Pada kesempatan itu, selain mengancam akan mempolisikan wartawan, ia juga melarang wartawan proses wawancara dengan dirinya.

“Jangan percaya orang yang tidak benar, saya akan laporkan anda dan pegawai yang kasih informasi tersebut ke polisi, hati-hati kau, wartawan bukan investigator, tanyakan saja ke kepala dinas dan panitia, saya tidak bawa terus program itu dan tolong kasih mati rekaman itu, saya tidak mau anda rekam,” tandasnya dengan nada marah.

Kepada wartawan ia mengaku tidak tahu menahu soal anggaran Rp150 miliar untuk pembuatan system tersebut.

“Tidak ada dana 150 miliar itu, anda punya data dari mana? pembangunan kantor gubernur saja kita setengah mati. Jadi informasi tersebut tidak benar,” ucapnya.

Selama dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Dispenda, kata Frans, target pajak kendaraan bermotor tidak pernah memenuhi target. hal ini menurutnya karena kelemahan berada pada Sumber Daya Manusia (SDM) para pegawai.

Saat ditanyakan terkait informasi dari kontraktor yang kalah tender yang menyatakan bahwa, vii yang ditawarkan pada kontraktor terlalu besar hingga mencapai 20 persen.

Pernah diberitakan, dugaan adanya penyimpangan pengadaan peralatan system online di kantor UPTD Samsat NTT senilai Rp. 150 miliar. Pasalnya, hingga saat ini peralatan yang diadakan menggunakan anggaran sebesar miliaran rupiah tersebut hingga saat tidak berfungsi.(amr)