Senator DPD Harap Gebrakan Menteri Susi Diikuti Daerah

Media Group : ZOnalinenews, Erende Pos-Kupang,- Senator RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah mengharapkan, berbagai gerakan yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti agar diikuti juga oleh Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah.
“Tidak mungkin ibu menteri Kelautan dan Perikanan dibiarkan melakukan gebrakan sendiri, tidak mungkin beliau one man show dan bergerak sendiri, beliau harus didukung oleh perangkat di daerah, gerakan juga harus dilakukan di daerah,” ujar anggota komite II DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah ketika berdiskusi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Abraham Maulaka bersama sejumlah pejabat di kantor DPD RI Perwakilan NTT di Kupang, Senin 29 Desember2014
Ibrahim Agustinus Medah juga mengatakan, gubernur NTT Frans Lebu Raya, harus mengambil langkah tegas dengan memusnakan semua rumpon yang ada di wilayah perairan NTT. Pasalnya, rumpon-rumpon yang ada menghambat proses migrasi dan perkembangan ikan karena ditempatkan secara tidak beraturan.
Mantan bupati Kupang dua periode itu menegaskan, Gubernur selaku pemerintah daerah mesti segera berkoordinasi dengan Polisi Perair dan TNI Angkatan Laun guna memusnakan semua rumpon-rumpon yang ada di wilayah perairan NTT tersebut.
“Kami di DPD tentu akan berkoordinasi dengan pihak kementerian sehingga ada tekanan dari angkatan laut yang ada di pusat terhadap angkatan laut yang ada di NTT untuk menenggelamkan dan memusnakan rumpon-rumpon yang ada. Mumpung ini kabinet baru yang memang serius memperhatikan bidang kelautan dan perikanan,” tegasnya.
Menurut Medah, Pemusnahan rumpon penting dilakukan karena rumpon merupakan bentuk lain bentuk pencurian ikan terbesar dan terkategori sebagai bentuk illegal fishing yang sangat berbahaya.
Sehingga langkah yang dapat dilakukan yakni dengan memusnahkan semua rumpon yang ada. Setelah memuskanakan semua rumpon yang ada, lanjut dia, barulah pemerintah membangun rumpon-rumpon baru pada tempat-tempat yang memang tepat dan sesuai dengan penataan yang diinginkan pemerintah.
“Tolong pak Kadis sampaikan ini kepada Gubernur karena kita sudah kehilangan banyak ikan dari NTT akibat adanya Rumpon-rumpon yang tidak ditertibkan ini,” tandasnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Abraham Maulaka, sebelumnya menjelaskan, saat ini banyak rumpon-rumpon yang ada di wilayah NTT dibangun secara tidak beraturan, terutama rumpon-rumpon yang terletak di bagian selatan wilaya perairan Laut Timor. Akibatnya, menghmbat proses migrasi ikan pada wilaya tersebut.
Hingga saat ini sebut dia, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT telah memusnakan hampir 10 rumpon di kawasan tersebut karena dipandang menghambat migrasi ikan di wilaya itu.
“Ke depan rumpon-rumpon yang menghambat proses migrasi ikan tentu akan kita musnahkan sehingga kita tidak mengalami kerugian pada sektor perikanan,” katanya.
Pakar Ekonomi dari Unkris Artha Wacana Kupang DR. Frids Fanggidae, menyarankan, agar dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di NTT harus memperhatikan desain bisnis dari semua program tersebut.
Bagi dia, dengan memperhatikan desain bisnis sangat mendongkrak dan menggerakan ekonomi rumah tangga masyarakat NTT.(*laurens)