Siti Hajar Dan Rosnawati Lakukan Pembohongan Publik


Terkait dugaan Pelecehan Seksual oleh Kecab Bank NTT Larantuka

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos –Kupang ,- Siti Hajar dan Rosnawati diduga lakukan pembohongan publik, terkait pembelaan terhadap Kepala Cabang Bank NTT Larantuka , Yandri De Ornay pada kasus dugaan pelecahan seksual terhadap Astrid Tungary beberapa waktu lalu. Setelah mendapatkan denda adat pada tanggal 14 November 20014 pukul 19.00 wita dari Yandry De Ornay , namum kedua wanita ini tiba-tiba pada kamis 18 Desember 2014 memberikan klarifikasinya di Media dan menyatakan tidak benar Pak Yandry melakukan pelecehan seksual. Demikian peryataan klarifikasi yang disampaikan Astrid Tungary Jumat 19 Desember 2014 pukul 15.30 wita pertelpon kepada zonalinenews.

Bank NTT

 

Dikatakannya , Siti Hajar dan Rosnawati telah membohongi publik karena pada kasus ini tidak ada unsur permainan serta orang lain yang memback up masalah ini. masalah ini murni perilaku yang dibuat oleh pak yandri kepada keduanya, yang g dituangkan melalui surat pengaduan kepada Direktur Bank NTT.

“ Laporan ke kantor pusat Bank NTT di Kupang ditulis tangan sendiri oleh kedua wanita itu dan ditanda tangani diatas meterai serta diberikan kepada pak bayu untuk dikirim ke kantor Pusat dengan harapan , surat ini bisa ditindaklanjuti , “ ujar Astrid.

Ia menjelaskan , tidak benar bila Siti Hajar dan Rosnawati tidak mengetahui persoalan ini . keduanya tiba-tiba mundur dari permasalahan , ini setelah dirinya melaporkan persoalan ini ke DPRD Propinsi NTT pada tanggal 13 November 2014 dan tanggal 14 November 2014 pukul 19.00 wita.

Lebih lanjut Astrid Tungary menegaskan , seperti yg dikatakan Rosnawati bahwa dia diperalat oleh orang Bank NTT untuk menjatuhkan Yandry tidak benar . Atas kebohongan publik yang dilakukan Siti Hajar dan Rosnawati di media akan saya laporkan ke Polda NTT . “Saya akan memproses kebohongan publik yg dibuat keduanya melalui jalur hukum, kalau tidak ada halangan hari Sabtu 20 Desember 2014 atau Senin 22 Desember 2014, saya akan laporkan keduanya ke Polda NTT,”tegas Astrid Tungary.

Ia menambahkan, sebenarnya persoalan ini telah selesai, dan dirinya sebagai manusia juga punya hati nurani untuk memaafkan Pak Yandry.   Asal yang bersangkutan diberi sangsi agar mendapat efek jera dan ternyata yang bersangkutan sudah diberi sangsi oleh direktru Bank NTT dan ditarik ke Kupang , dan kepala Cabang Bank NTT Larantuka Bukan Pak Yandry. Namun diri merasa kesel tiba-tiba Siti Hajar dan Rosnawati menyatakan bahwa dirinya meakukan pembohongan publik.

“ Saya akan tuntut mereka bila meraka tidak meminta maaf kepada saya. Saya juga akan minta Pak yandry berserta ibu Siti hajar dan Rosnawati untuk segera mengadakan konferensi pers dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya atas persoalan ini. Bila tidak maka saya akan proses hukum , “tegasnya.

Berita sebelumnya , Terancam dipecat Kepala Cabang Bank NTT Larantuka Yandri De Ornay mendapatkan pembelaan dari dua wanita asal Larantuka Rosnawati HM dan Siti Hajar yang mengaku bahwa tuduhan pelecehan Seksual yang di lakukan oleh Kepala Cabang Bank NTT Larantuka Yandri De Ornay terhadap mereka tidak benar,keduanya merasa terusik dengan pemberitaan oleh media beberapa pekan lalu sehingga mereka berkeinginan untuk membongkar permainan yang dilakukan oleh oknum yang berkepentingan di Bank NTT Larantuka.

Pengakuan dari keduanya bahwa kedekatan mereka dengan Kacab Bank NTT Larantuka , hanya sebatas nasabah yang mengurus pinjaman di Bank tersebut . ”Saya tegaskan tidak Terjadi Pelecehan Seksual terhadap diri saya oleh Pak Yandri De Ornay yang ada hanyalah obrolan yang bersifat guyon, dan tidak pernah saya tanggapi,”Kata Rosnawati,Rabu 17 Desember 2014.

Menurut Rosnawati,laporan yang dilakukan oleh Astrid  Tungary Ke pihak Bank NTT Cabang Kupang dan DPRD provinsi NTT, bukan atas kemauan dirinya. ”Saya tidak tahu kalau ibu Astrid laporkan  pak Yandri ke kedua  lembaga besar ini,” katanya.

Ia mengisahkan, Sekitar bulan Juni 2014, Ibu Astrid meminta dirinya untuk bertemu di Hotel Tresna Larantuka  Permintaan itu dilakukan lewat BBM,SMS dan telepon. Tujuan pertemuan itu yakni, untuk membuat pengakuan tentang pelecehan seksual terhadap dirinya oleh Pak Yandri De Ornay.

“Saya dijemput beberapa orang dengan mobil menuju hotel untuk bertemu Pak Mesikoain (staf Bank NTT Kupang). Inti pembicaraan membuat pengakuan pelecehan seksual Pak Yandri De Ornay kepada saya,” jelasnya.

Jelang beberapa waktu kemudian lanjut Wati, dirinya  kembali ditelpon oleh Ibu Astryd Tungary untuk membuat pengakuan di rumahnya di Kompleks Perumahan Weri. Yang dihadiri oleh Siti Hajar dan salah satu karyawan bank NTT  Bayu Braga Sontani.

Ditempat yag sama Siti Hajar menegaskan, kalau pemberitaan media tentang pelecehan seksual yang dilakukan Kancab Bank NTT laratuka tersebut tidak benar, karena saat pertemuan antara mereka beruda hanya membicarakan soal pinjaman yang ia ajukan ke Bank tersebut.

Setelah membaca pemberitaan di berbagai media massa dan elektronik terkait kasus pelecehan seksual kepada beberapa ibu termasuk dirinya pasalnya, Siti tidak pernah memberikan keterangan secara resmi kepada media, “Berbagai pemberitaan yang ada selama ini yang melibatkan saya adalah pemberitaan yang tidak benar dan dilakukan secara sepihak tanpa dikonfirmasi kepada saya. Akibat dari pemberitaan atas kasus pelecehan seksual diatas berdampak merugikan saya,” tegasnya.(* rusdy)