Sopir Ketua Komisi A DPRD Sarai Tewas ditikam Pemuda Mabuk

Media Group :zonalinenews, Erende pos,- Sabu Raijua, – Untung tak dapat diduga, malang tak dapat ditolak itulah ungkapan yang mungkin tepat dialamatkan bagi sopir pribadi ketua Komisi A DPRD Sabu Raijua, Albert Wadu , yang bernama Haryanto Tuka Ludji harus meregang nyawa setelah diduga ditikam oleh seorang pemuda mabuk bernama Alfrit Uly yang juga merupakan tetangganya sendiri di Desa Ledeke Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua Jumat 26 Desember 2014 sekitar pukul dua dinihari.

Alfrit Uly diduga  pelaku penikaman saat di polsek sabu timur

Alfrit Uly diduga pelaku penikaman saat di polsek sabu timur

Menurut Kapolres Kupang melalui Kapolsek Sabu Timur Ipda Yoppi Lekatompesi dalam keterangan persnya mengatakan , motif pembunuhan tersebut hingga saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian sektor sabu timur namun untuk sementara pihaknya menyatakan bahwa krononologis kejadiannya bermula ketika pelaku yang bernama Alfrit Uly datang ke rumah ketua komisi A DPRD Sabu Raijua Albert Wadu Dari dalam keadaan mabuk seraya membuat keributan.

ketika mendengar adanya keributan, korbang yang juga saat itu ada di tempat kejadian perkara keluar dan mempertanyakan kedatangan pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk tersebut seraya menyuruh pelaku untuk pulang kerumah. namun ketika ditegur, pelaku tidak terima baik sehingga pelaku langsung menuju ke rumah pamannya yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara untuk mengambil sebilah pisau lalu kembali ke tempat kejadian perkara untuk mencari Haryanto dan tanpa banyak bicara, pelaku langsung menikam korban di bagian bawah dada korban, tepatnya di perut korban.
sehingga sesaat kemudian, korban langsung meregang nyawa akibat luka tusukan tersebut. namun sebelum meregang nyawa, korban masih sempat berteriak sehingga semua orang yang kala itu lagi asik nonton televisi di TKP keluar dan mengejar pelaku namun akhirnya pelaku berhasil kabur dari kejaran massa yang ada saat itu.

masih menurut yoppi dalam keterangan persnya, sesaat kemudian setelah kejadian tersebut, pihaknya mendapat telepon dari Albert Wadu Dari sehingga pihaknya langsung menerjunkan tujuh orang anggotanya untuk melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara sehingga akhirnya pelaku di bekuk di tempat persembunyiannya yakni rumah pamannya yang bernama Dara Keraba yang juga ikut serta bersama pelaku untuk mencari korban di tempat kejadian perkara.

Yoppi menambahkan, pihaknya saat ini telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu pelaku dan pamannya yang saat ini sementara ditahan di sel polsek sabu timur. dia juga ungkapkan bahwa mungkin masih akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari beberapa sumber menyatakan motif pembunuhan tersebut diduga dikarenakan adanya dendam dari pelaku karena korban beberapa saat sebelum kejadian penikaman tersebut sempat memukuli sahabat pelaku hingga babak belur yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit umum daerah Sabu Raijua. (GRC)