Tiga KPU Dapat Penghargaan Penyelenggara Pemilu Terbaik

Media Grup: Zonalinenews, Erende Pos -Kupang-,Tiga dari 21 KPU kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur mendapat penghargaan sebagai penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) terbaik tahun 2014. Tiga KPU tersebut adalah Rote Ndao, Ngada, dan Kabupaten Kupang.

Untuk KPU Kabupaten Rote Ndao diberikan penghargaan karena mendapat poin tertinggi dalam kategori daftar pemilih berkualitas. Sementara Kabupaten Kupang unggul dalam kategori kreasi sosialisasi dan partisipasi pemilu, dan Kabupaten Ngada urutan pertama dalam kategori penyelenggara pemilu berintegritas.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua KPU NTT Maryanty Adoe menjelaskan tim penilai melakukan survei terhadap semua KPU kabuaten/kota di daerah itu. Namun, hanya tiga kabupaten saja yang dinilai layak mendapat penghargaan.

“Tiga Kabupaten itu akan diusulkan untuk kategori nasional di Jakarta,” kata Maryanty, Senin (15/12) petang.Dia menyebutkan sebanyak enam kategori yang dinilai yakni kreasi sosialisasi partisipasi pemilu, daftar pemilu berkualitas, penyelenggara pemilu berkualitas, transparansi informasi pemilu, iklan layanan masyarakat kreatif, dan pemilu akses.

Sebanyak 18 KPU di NTT dinyatakan tidak lolos sejumlah kategori penilaian terkait dengan pemilu legislatif dan pemilu Presiden. Adapun tim penilai dalam survei yang dilakukan adalah KPU NTT, Bengkel APPeK, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT.

Menurut Maryanty, penilaian itu merupakan perhatian KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang hirarki. Penilaian dilakukan terhadap semua kinerja KPU sejak pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2014. Pemberian penghargaan berdasarkan sejumlah kategori dengan penilaian yang sangat objektif.

Dari enam kategori itu hanya tiga yang dapat diberikan penilaian oleh tim penilai dengan tiga kabupaten yang bisa memenuhi kategori-kategori dimaksud.

“Sedangkan kategori lainnya dan sebagian besar KPU kabupaten/kota di NTT tidak bisa memenuhinya, karena satu kategori hanya boleh dimenangkan oleh satu KPU,” jelasnya.

Tim penilai dari Bengkel APPeK, Vincen Bureni menambahkan tujuan dilakukan survei penilaian adalah untuk menghasilkan penyelenggara pemilu yang berkualitas. Penilaian yang dilakukan tim penilai sangat objektif karena berdasarkan pedoman dari KPU Pusat.

“Penilaian sangat objektif dan dapat dipertanggung jawabkan karena tidak diintervensi oleh siapapu,” kata Vincen.

Dia mengisahkan saat dilakukan survei penilaian, satu kabupaten yakni Sumba Barat Daya langsung dinyatakan gugur karena sama sekali tidak memberikan pendapat atas kategori penilaian. Sementara 20 kabupaten/kota masih tetap dilakukan penilaian namun hanya tiga kabupaten yakni Rote Ndao, Ngada, dan Kabupaten Kupang yang berhak mendapat pengharagaan dari KPU pusat.
Secara substantif tim penilai melihat sejauhmana jangkauan KPU terhadap masyarakat dalam pemilu. Selain itu, tim penilai juga melihat masalah akuntabilitas laporan dan juga aspek prosedural tentang penyelenggaraan pemilu.

Ketua KPU Kabupaten Kupang Hans Louk mengatakan penghargaan itu merupakan wujud motifasi guna meningkatkan prestasi kinerja. Mempertahankan prestasi adalah bukan pekerjaan yang mudah karena sangat tergantung pada kesiapan dan sumber daya manusia (SDM).

Pada pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2014, di wilayah kerja KPU Kabupaten Kupang terdapat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tingkat kehadiran pemilih mencapai 100 persen.

“Ini adalah hal yang tidak mudah dan patut kami bangga dengan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan pemilu,” kata Hans. (*ega)