Ada apa …? Dengan Alat Tes Ikan Formalin di Dinas Perikanan Flotim

Media Group : Zonalinenews– Larantuka, – Beredarnya ikan berformalin dari kabupaten Flores Timur (Flotim ) ke beberapa kabupaten lainnya di NTT termaksud Kota kupang , di akui oleh beberapa kepala seksi Dinas Perikanan Kabupaten Flotim. “ Pengiriman ikan ke luar flotim mengantongi dokumen yang di tanda tangani oleh Kepala Dinas Perikanan, Ir Maria Irene Erna Dasilva, “kata sumber zonalinenews yang tidak mau disebutkan identitasnya ketika di konfirmasi di Kantor Dinas Perikanan Flotim, jumat 30 Januari 2015.

box Ikan berformalin yang diamankan polre Kupang kota

box Ikan berformalin yang diamankan polre Kupang kota

 

Lanjutnya, dalam pengiriman tersebut terdapat 4 dokument yang di tandatangai oleh kepala dinas diantaranya,berita acara pemeriksaan ikan, surat keterangan asal barang, surat keterangan mutu ikan yang dilihat dengan kasat mata, karena dinas perikanan tidak memiliki alat test, dan surat keterangan ijin pengangkutan barang. “ Untuk alat test yang digunakan dalam minggu ini baru di datangkan, “ terang sumber tersebut.

Ketika awak media menanyakan keberadaan kepala Dinas Perikanan Kabupaten Flotim, sumber lainnya menyampaikan bahwa kepala dinas tidak berada di tempat, karena ada kedukaan. “ kami tidak bisa memberikan keterangan, karena hal – hal yang berkaitan dengan teknis harus berurusan langsung dengan Kepala Dinas, kami Tidak bisa memberikan keterangan  pak,  nanti kami bisa di pindahkan ke kecamatan, tuturnya.

Menanggapi pernyataan beberapa pegawai pada Dinas Perikanan kabupaten Flotim Sekertaris Perhimpunan Nelayan Poline and Line Kabupaten Flotim, Yulius Para  di hubungi secara terpisah menuturkan, pemberitaan mengenai beredarnya ikan berformalin dari Flotim sebenarnya harus di identifikasi dengan baik, karana di Flotim terdapat kelompok nelayan, pengepul laut, dan pengepul darat. Nelayan melakukan penangkapan ikan dalam kondisi segar, dan menjualnya kepada pengepul laut dan pengpul darat, ketika ikan berada pada pengepul laut dan pengepul darat ikan tersebut di kirim keluar.  “Disini kemungkinan diduga terjad peluang formalin ikan, pasalnya kurangnya pengawasan dari Dinas Perikanan, naasnya lagi ikan yang di bawah pengepul laut ke pelabuhan perikanan flotim bukannya ikan di test dengan menggunakan alat test, tapi dengan kasat mata, “kesal Yulius.

Lanjut Yulius, untuk mencari tau siapa pelakunya, memang sangat sulit, Dinas Perikanan semestinya untuk sementara menutup pengiriman ikan dari Flotim , hal ini dilakukan untuk membenahi kembali administrasi baik dari kapal maupun dari pengepul darat dan pengepul darat, hal ini menjaga agar kedepannya tidak terjadi lagi ikan berformalin.

“Dinas perikanan Kabupaten Flotim tidak melihat nelayan sedang menagis meratapi musibah yang sedang dialami saat ini dengan kasus ini , saya melihat ini merupakan pembunuhan karakter secara besar – besaran bagi nelayan flotim. Dinas Perikanan tidak bisa tinggal diam, harus mengambil sikap tegas. Disisi lain tempat pelelangan ikan tidak difungsikandengan baik, bahkan di gunakan sebagai tempat parkiran mobil pick up, pengedar ikan, ” keluh yulius .

Sebelumnya diberikatakan polres Kupang Kota bersama Dinas Perikanan dan Keluatan NTT berhasil mengamankan ikan 12 ton ikan berformalin yang diduga didatangkan dari kabupaten Flores Timur dan lembata. Baca http://www.zonalinenews.com/2015/01/12-ton-ikan-berformalin-di-tpi-oeba-kupang-diamankan-polisi/

sebanyak 12 ton ikan jenis tembang dan ambulau yang berasal dari Kabupaten Fores Timur dan Lembata mengandung formalin diamankan Polisi Resort (Polres) Kupang Kota bersama Dinas Perikanan Provisinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Oeba Kupang.(*polce)