Ada Mahasiswa “Gentayangan” di Universitas Muhammadiyah Kupang

Media Group : Zonalinenenws-Kupang,- Gentayangan identik dengan hantu atua mistik. Namun berbeda dengan gentayangan yang terjadi dikampus Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) terdapat banyak mahasiswa gentayangan. Mahasiwa gentayangan ini tidak ada kaitannya dengan mistik tetapi kaitannya dengan proses perkuliahan , semester dan ijasah.

Kampus UMK , FAI disegel

Kampus UMK , FAI disegel

 

Salah satu Mantan Dosen Universitas Muhammadiyah Kupang, yang berinisail SK kepada zonalinenews Kamis 29 Januari 2015 pukul 15.30 wita menegaskan , dikampus UMK terdapat sekitar puluhan mahasiswa gentayangan. Gentayangan disini adalah mahasiswa yang baru masuk di kampus selama dua tahun, tetapi bisa memiliki gelar sarjana S1 bahkan bisa memilik ijisah dari kampus. Sementara mahasiswa yang kuliah secara normal dan bukan tranfer atau pindahan harus menghabiskan waktu 4-5 tahun baru memperoleh ijasah dan diwisuda. “Mahasiswa gentayangan tidak terdaftar secara resmi di lembaga ,tapi Mahasiswa gentayangan ini memilik nomor Induk Mahasiswa NIM yang diberikan oleh oknum pimpinan di Universitas Muhammadiyah . NIM atau NIK tersebut diambil dari Nik Mahasiswa yang masih aktif Kuliah ,” jelas SK

SK yang merupakan Mantan Kasubag Perencanaan dan Sistim Informasi di UMK dan juga mantan dosen UMK menegaskan, puluhan mahasiswa gentayangan berdasarkan data  masuknya secara terstruktur dan rapi oleh oknum Pejabat Tinggi di UMK . “ Saya kebetulan mengajar 4 mata kuliah dan berdasarkan data saya terdapat dua mahsiswa di Fakultas Agama islam (FAI) UMK , kedua tidak pernah melakukan tatap muka (kuliah ) pada mata kuliah saya, namum tiba -tiba keduanya bisa memperoleh nilai, bahkan salah satu mahasiswa gentayangan ini , yang bernama Rugaya merupakan  seorang Guru di Kabupataen Sumba Timur tahun 2014 lalu telah wisuda, padahal yang bersangkutan tidak pernah mengikuti tatap muka pada perkuliahan saya, bahkan ujian juga tidak pernah diikuti , tapi tiba-tiba bisa lulus dan bahkan mendapatkan ijasah. Bahkan saya sendiri tidak pernah tau mahasiswa yang bersangkutan,” Tegas SK.

Persoalan Mahasiswa gentayangan  di Kampus UMK menurut SK, pernah dilaporkannya , ke Rektor UMK ¸ Prof. DR. H. Sandi Maryanto, M.Pd secara tertulis Namum persoalan ini tidak di respon rektor.

SK menyatakan , Kasus mahasiswa tranfer lembaga muhammadiyah , sangat dirugikan , tiba -tiba tanpa pendaftaran sudah jadi mahasiswa UMK . bahkan untuk memuluskan langka ini oknum pejabat tinggi di UMK diduga memiliki stempel palsu (cap lembaga ) seluruh Universitas di NTT. bukan hanya itu saja , SK mencotohkan terdapat mahasiswa yang lahir misalnya tahun 1990 seharusnya baru semester 3 dan 4 , namun mahsiswa tersebut langsung semester lima dan semester 6 , bahkan dirinya pernah mewancarai mahasiswa yang bersangkutan , dan mengaku adanya permainan dengan oknum petinggi kampus , sehingga ia bisa lompat semester. “ kejadian –kejadian mahasiswa gentayangan ini dilakukan oknum Petingi UMK secara terstrukutur dan merugikan Kampus sebagai lembaga,”tegasnya.

Sementara itu Rekotr Universitas Muhammadiyah Kupang , ¸ Prof. DR. H. Sandi Maryanto, M.Pd jumat 30 Januari 2015 pukul 08.00 wita ketika dihubungi terkait persoalan ini belum berada ditempat. Sampai berita ini ditayangkan zonalinenews berusaha menghubungi Rektor , namun yang bersangkutan belum bisa dihubungi. (*tim)