Aktifis HMI Diserang Polres Kupang Kota Gelar Kasus

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos – Kupang,- Penyerangan sekelompok anak muda tak dikenal terhadap aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang yang sedang melakukan kegiatan pengkaderan di dekat Kampus Universitas Muhamadiyah Kupang selasa 27 Desember 2014 lalu mendapat respon dari Kapolres Kupang Kota , AKBP Musni Arifin Sik. Respon ini dilakukan Kapolres dengan mengelar kasus dengan laporan polisi nomor : LP/B/1118/XII/2014/SPK RES Kupang Kota di Mapolresat Kupang Kota Rabu 7 Januari 2014.

 

Kapolres Kupang Kota Gelar perkara bersama Aktifis HMI Cabang Kupang

Kapolres Kupang Kota Gelar perkara bersama Aktifis HMI Cabang Kupang

 

Acara gelar perkara ini dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 wita dihadiri pengurus HMI cabang Kupang , namum acara ini sempat mengalami penundaan beberawa waktu karena Kapolrsta Kupang Kota, AKBP Musni Arifin SiK yang sebelumnya telah berjanji pada HMI Cabang kupang untuk hadir pada acarata tersebut , tidak hadir karena dipanggil mendadak menghadap Kapolda NTT.

Pertemuan dilaksanakan oleh Kabag Ops Polres Kupang Kota, dan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota , namun pertemuan tersebut ditolak oleh Ketua Umum HMI Cabang Kupang Abdul Syukur Oma sambil mengaskan pertemuan ini tidak bisa dilaksanakan bila kapolres tidak hadir dalam acara ini karena secara lembaga pihaknya telah bersurat resmi pada kapolres untuk mengedakan audince terkait penyerangan terhadap Aktifis HMI Cabang Kupang oleh sekelompok Pemuda di kelurahan Kayu putih dan kapolres sendiri berjanji akan menhanghadiri acara tersebut .

Akhirnya pertemuan tersebut ditunda hingga Kapolresta Kupang Kupang pada pukul 10.15 tiba di ruang pertemuan dengan para aktifis HMI . “Saya  mohon maaf atas keterlambatan saya karena dipangail menghadap ke Polda NTT, namun yang pasti sebagai Kapolres saya serius mengusut tuntas peristiwa penyerangan terhadap akfitis HMI ,” ungkapnya tegas.

Dikatakannya , dirinya mengetahui secara jelas dampak dari masalah ini bila pihaknya tidak serius mengusut tuntas persoalan tersebut , karena secara hirarki HMI berkoneksi baik didaerah maupun pusat sehingga   persoalan ini menjadi persoalan yang serius dan proritas .

“ Para pelaku dalam penyerangan tersebut akan kami akan upayakan pelakuditangkap dan saaat ini kami telah menahan tiga pelaku dari sepuluh saksi yang kami periksa,” ungkap Musni.

Musni Arifin Juga menegaskan dirinya memberikan batas waktu perkembangn kasus sampai minggu dan senin 11-12 Januari 2015 mendatang untuk sesegara mungkin meringkus beberapa pelaku yang masih bebes berkelairan.

Untuk diketahui pada selasa 27 Desember 2014 pukul 3.30 dini hari sekelompok pemuda tak dikenal melakukan penyerang terhadap para aktifis HMI Cabang Kupang yang sedang melakukan pengkaderan. Peristiwa ini mengakibatkan Ikshan Pua Upa alumni HMI babak belum hingga pingsan serta kaca SMK Muhamadiyah pecah dan papan nama Panti Asuhan Aisiyah pecah. Imbas dari peristiwa tersebut Trisut Trisno mengadukan masalah tersebut selasa 27 Desember 2014 ke Mapolresta Kupang Kota berdasarkan laporan itu , polisi memeriksa tujuh orang saksi diantaranya, Salah Hudin Lam Buan , Sadam Haji Kasman , Mario Rebertus Nino, Rian Pelendou, Mertinus Mando Riri, Alfonsusius Royke De Ornay dan Baskora . Dari pemeriksaan saksi polisi menetapkan Rafel Baibeno alias Enjel dan Mami Kaho alias Mami sebagai tersangka dalam kasus tersebut. (*rus)