APBD Provinsi NTT Berkisar Rp. 2,9 Triliun lebih

Media Group : Zonalinenews,erende Pos –Kupang ,- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2013-2018 Provinsi NTT dalam struktur perubahan APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai Rp. 2,9 triliun lebih. Anggaran tersebut dirincikan dalam belanja tidak langsung mencapai Rp. 1,8 triliun lebih dan belanja langsung mencapai Rp. 1,09 triliun lebih.

Gubernur NTT , Frans Lebu Raya

 

Demikian pidato akhir tahun 2014 Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Leburaya Menjelang perayaan tahun baru 2015, Rabu 31 Desember 2014 di rumah jabatan Gubernur NTT.

 

“ Secara kasat mata, data ini menyimpulkan, belanja tidak langsung lebih besar dari belanja langsung,” kata Leburaya.

Lanjut Gubernur NTT, Namun data mendeskripsikan di dalam struktur belanja tidak Langsung Pegawai Rp. 487 miliar lebih dan Belanja Tidak Langsung berupa Bantuan Rp. 1,3 triliun lebih. Sementara untuk Struktur Belanja Langsung terinci, Belanja Pegawai Rp. 80 miliar lebih, dan Belanja Langsung Non Pegawai Rp. 1.013 triliun lebih. Dengan demikian, dalam struktur APBD Provinsi NTT Tahun 2014, belanja pegawai baik langsung maupun tidak langsung berjumlah Rp. 567 miliar lebih, dan belanja publik baik langsung maupun tidak langsung berjumlah Rp. 2,3 triliun lebih.

Lebih lanjut orang nomor satu NTT ini mengatakan, dari dana APBD Tahun 2014, kilas balik tahun 2014 menunjukkan, pencapaian yang berpengharapan karena Peningkatan kualitas kelulusan dari peringkat C menjadi peringkat B.

Selain itu, kata Leburaya Pembinaan kepemudaan dan olahraga yang menuai prestasi di berbagai even nasional dan internasional yang turut mengharumkan nama Provinsi NTT. Selain pembinaan kepemudaan yang turut mengharumkan nama NTT, Kasus Kematian Ibu dan Kematian bayi terus menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Leburaya, Pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata diprovinsi NTT ditahun 2014 yang menggembirakan. Banyak usaha ekonomi mikro maupun makro masyarakat yang dapat berjalan karena pertumbuhan pariwisata yang kian digencarkan. Selain itu, Pembenahan sistem hukum dan birokrasi daerah yang makin intens dengan Hasil pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) terbaik di Indonesia. Percepatan pembangunan infrastruktur berbasis tata ruang dan lingkungan hidup. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan upaya serius terhadap pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang, pemulangan korban trafficking wallet serta bermitra dengan lembaga mitra untuk perlindungan anak. Pembangunan perikanan dan kelautan serta percepatan penanggulangan kemiskinan, penanggulangan bencana dan pembangunan daerah perbatasan.

“ Perkembangan Provinsi NTT ditahun 2014 Secara umum, ada harapan dan optimisme yang makin menguat, di tengah dinamika multi dimensi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang dikelola makin transparan,” kata Leburaya. (*chu)