Arak NTT Tolak Kriminalisasi dan Politisasi Terhadap KPK

Media Group : Zonalinenews-Kupang,- Korupsi Bukan lagi perbuatan jahat bagi para elit di negeri ini , tetepi telah menjadi bagian dari sebuah kegiatan politik elegan yang dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan dengan mengabaikan tatanan keadilan , hukum dan moral , ini merupakan fakta . Negara tidak lagi melindungi bangsanya sendiri akibat para pengelola (pemerintah ) cenderung bermain diatas situasi bangsa yang lagi mengalami devisit kesejahteraan, Korupsi harus dilawan bukan korupsi harus dirawat dan koruptor dilindungi. Demikian pernyataan sikap yang disampaikan Koordinator Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK ) NTT. Bedy Roma saat mengelar aksi di Taman Nostalgia Kota Kupang Sabtu 24 Januari 2014. Pukul 21.00 wita.

Arak NTT gelar Aksi di Taman Nostalgia Tolak kriminalisasi dan politisasi terhadap KPK

Arak NTT gelar Aksi di Taman Nostalgia Tolak kriminalisasi dan politisasi terhadap KPK

Menurut Bedy, sebuah kondisi ditontonkan kepada masyarakat oleh pemerintah Presiden Jokowi, yang menetapkan Budi Gunawan sebagi calon kuat Kapolri yang sudah masuk daftar Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) memiliki rekening gendut dan ditetapkan sebagi tersangka. Sebagai rakyat memiliki kebanggaan yang sangat besar atas kerja keras KPK untuk memberantas Korupsi , namum apalah jadinya dibalik upaya pemberantasan korupsi justru pimpinan KPK dikriminalisasi dan dipolitisasi untuk memperlemah kinerja KPK, dimana Bambang Wijayanto adalah salah seorang pimpinan KPK ditangkap Mabes Polri dan ditetapkan sebagai tersangka pemberi keterangan palsu kepad saksi dalam kasus pilkada Waringin Barat.

“ada apa dibalik penetapan penahanan Bambang Wijayanto ,” tanya Bedy.

Perilaku pemburu kekuasaan kata Bedy, bukan baru terjadi , tetapi sudah berlangsung lama, namun terkesan belum berakhir. Para penguasa dan elite politis juga hanya menjadikan agenda pemberantasn Korupsi sebagai sloganitas politik tanpa isi. “Bukankah pemerintah Jokowi yang menyuarakan sebagi pemrintah yang bersih ? , pemerintah yang mau menghadirkan Indonesia baru ?, sunguh sangat naif dan tidak bermoral ketika koruptor masih mau dipilih menjadi pemimpin isntitusi peradilan yang tentunya akan menjadi contoh hukum di negeri ini ,” ungkap Bedy.

Untuk itu Tegas Bedy Roma, segenap eleman mahasiswa dan aktifis anti korupsi yang tergabung dalam Alinasi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) NTT melihat peristiwa ini merupakan upaya pelemahan terhadap kinerja pemeberantasa Korupsi . Untuk ini Pihkanya menyatakan sikap Selamatkan KPK dari upaya kriminalisasi dan politisasi, tangkap mafia dan berantas Korupsi Indonesia, Mendesak Jokowi menyelesaikan kasus korupsi yang belum tuntas, reformasi total institusi kepolisian Rdepublik Indonesia, cabut dukungan terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo, tangkap aktor intelektual dibalik polimik Polri Vs KPK, serta meminta kepada Jokowi untuk mendesak Polri mempercepat proses hukuman Bambang Wijayanto dan jika tida terbukti maka segera di SP3kan. Serta segera mencopot Budi Wisesa dari jabatan Kabareskim Polri.

Masa kasi Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK ) NTT berjumlah 60 orang yang tergabung dari beberapa unsur diantaranya PMKRI Kupang, PMII Kupang , LMND, AMAPAI, GMKI dan beberapa lSM lainnya. Dalam melakukan aksi yang dimulai dari jalan Veteran depan Kantor PWI Kota Kupag masa aksi melakuna aksi long March jalan kaki sambil berorasi menuju Taman Nostalgia untuk menyamapaikan asiprasiya. Dalam melakukan aksi ARAK NTT mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian Polres Kupang kota.(*rusdy)