Bukti Laporan Polisi Astri Tungaray

Astri Tungaray : Saya tidak Cari Sensasi, Laporan Polisi Itu Benar

Media Group :Zonalinenews,Erende Pos-Kupang,- Keluarga Yandri Tuding, Astrid Tungaray cari Sensasi, Pasalnya pemberitaan di beberapa media online bahwa astri melaporkan dua wanita yang diduga turut menjadi korban pelecehan seksual ke Polres Flotim, ternyata hanya gertak sambal. Menanggapi tudingan tersebut Astri Tunggaray menyampaikan klafirikasinya via telpon Rabu 7 Januari 2015 dan menegaskan bahwa persoalan ini telah dilaporkannya ke Polres Kabupaten Flores Timur pada 18 Desember 2014 Pukul 09.00 wita.

Bukti Laporan Polisi Astri Tungaray

Bukti Laporan Polisi Astri Tungaray

Dikatakannya , dirinya tidak mengertak sambal. “Ini ada bukti laporan polisi dan tanda terima laporan polisi. Saya serius melaporkan kedua wanita tersebut ke Polres Flores Timur. Tidak benar pernyataan bahwa dirinya mencarai sensasi ” tegasnya .

Astry Juga meminta kepada Pak Noben dan Bu Erni untuk mengecek sendiri kebenaran laporan tersebut karena dirinya sudah melaporkan persaolan ini ke Polres Flotim. “ Para saksi-saksi telah diperiksa , tinggal pemeriksaan terhadap dua wanita tersebut (Sita Hajar dan Rosnawati)
Sebelumnya diberitakan keluarga besar Yandri de Ornay, menuding Astrid Tungaray, yang sebelumnya diberitakan sebagai salah satu korban pelecehan seksual hanya mencari sensasi dengan melaporkan dua wanita yang diduga turut menjadi korban pelecehan seksual ke Polres Flotim, ternyata hanya gertak sambal.

Salah satu keluarga Yandri, Noben da Silva, saat dikonfirmasi pertelepon, Senin (29/12/2014) menuturkan, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sekitar tahun 2013 lalu. Namun lanjutnya, kasus tersebut mencuat kembali pada beberapa media karena diduga Astrid masih menyimpan dendam terhadap Yandri karena tidak menyetujui kredit uang yang diminta Astrid.

Mengetahui kasus tersebut dipublikasikan, sebagai keluarga, pihaknya dirugikan dan berencana untuk mengadukan Astrid ke polisi.

Tetapi karena mengetahui dirinya hendak dipolisikan oleh keluarga Yandri, Astrid memaksa kedua wanita yang selama ini menjadi teman curhatnya mengaku turut menjadi korban pelecehan yang dlakukan Yandri de Ornai. Hal tersbut terpaksa dilakukan karena menurutnya, Astrid ingin menghancurkan nama baik Yandri yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bank NTT Cabang Larantuka. (*amar)