Bupati Kupang Harap Camat Jangan Tutup Mata dan Telinga

Media Group : Zonalinenews – Oelamasi,- Usai melantik 36 pejabat eselon II pada Kamis 15 Januari 2015. Bupati Titu Eki Jumat 16 Januari 2015 kembali melantik 68 pejabat eselon III lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang di Oelamasi.

Bupati Titu Eki Jumat 16 Januari 2015  kembali melantik 68 pejabat eselon III lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang di Oelamasi.

Bupati Titu Eki Jumat 16 Januari 2015 kembali melantik 68 pejabat eselon III lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang di Oelamasi.

Ayub Titu Eki dalam sambutannya mengatakan, camat diminta tidak menutup hati, telinga dan mata terhadap persoalan di masyarakat, sehingga masyarakat tidak datang melapor ke Bupati mengenai persoalan dihadapi masyarakat di desa.

Menurutnya, saat dirinya pulang dari acara pelantikan lalu , masyarakat dari kampung mulai berdatangan. “Ada yang bilang kami tidak suka camat ini, kami suka ini. Masyarakat banyak telah mengantongi nomor HP saya. Banyak yang datang laporakan ke saya. Laporan yang masuk, camat tidak pernah masuk kantor. Kalau Bupati mau turun di sana baru Camat ada disana,” ujar Ayub Titu Eki.
Dikatakannya , terdapat Camat yang menjadi makelar. Memang tidak banyak tapi ada yang jadi makelar. Itu merupakan catatan yang telah dipegangnya. “Menjadi makelar di sana. Yang seharusnya camat itu menjadi ujung tombak gerakan Paksa Tanam, Tanam Paksa untuk melakukan pembaruan di daerah ini. Saya pernah melakukan sidak di dua kecamatan. Bayangkan, jam dua belas kantor sudah ditutup. Saya bisa sebut camat yang melakuan tindakan tersebut , tapi etika jadi harap maklum. Saya pergi jam delapan belum ada orang salah satu kantor camat,” ujarnya.

Dia mengatakan, dirinya telah memberikan informasi kepada masyarakat dan masyarakat menjadi matanya. Dikatakan, dengan penegakan disiplin yang dimulai tahun ini, jika disiplinnya seperti begitu, maka dijamin tidak akan bertahan satu tahun menduduki jabatan.
“Saya turunkan Saudara. Saudara mau gugat, silahkan. Sudah biasa dengan gugatan. Tetapi yang saya harapkan saudara harus menerima tugas ini dengan penuh percaya diri dan penuh tanggung jawab. Saya sangat bersimpati kepada empat camat di Kabupaten kupang, yang begitu kuat menyatu dengan masyarakat, Masyarakat juga mempertahankan mereka.  Mereka sendiri menerima untuk menjalankan tugas disana,” katanya.

Dijelaskan, ketika menyatu dengan masyarakat, yang diharapkannya adalah menyukseskan gerakan Tanam Paksa, Paksa Tanam sebagai upaya membawa masyarakat Kabupaten Kupang memasuki gerbang ekonomi modern.
“Saya minta kepada para camat agar jangan tutup hati, jangan tutup telinga dan mata bagi keluhan-keluhan masyarakat. Sehingga keluhan masyarakat bisa terserap, tidak mungkin semua berebutan datang di rumah jabatan. Saya akhirnya menerima tamu sampai larut malam atau pagi-pagi buta. Karena Saudara di sana tidak pernah memberikan perhatian kepada masyarakat, maka semua harus lapor sampai di saya. Persoalan-persoalan saudara harus catat, Saudara harus kaji dan Saudara harus laporkan,” tegasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno, Sekda Hendrik Paut, Forkopimda, Pimpinan SKPD serta undangan lainnya. (*hayer)