Dirut PDAM Minta Pemkot Kupang Perhatikan Pelayanan Kebersihan

Media Group : Zonalinenews – Kupang,-  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang hanya sebagai juru pungut iuran kebersihan dari masyarakat Kota Kupang yang menjadi pelangan tetap PDAM Kabupaten Kupang. Sehingga apa yang menjadi target dan analisa dari Pemerintah Kota Kupang menjadi meleset pendapatanya di tahun 2014 sebesar 600 Juta  jangan pernah menyalahkan PDAM, dan sebenarnya yang harus menjadi pertanyaan itu adalah pelayanan kebersihannya yang di lakukan oleh Pemkot Kupang bukan PDAM yang hanya sebagai tukang pungutnya.

Dirut PDAM Kabupaten Kupang, Johanis Oetemoseo SE

Dirut PDAM Kabupaten Kupang, Johanis Oetemoseo SE

 

“Menurunnya pembayaran iuran kebersihan  oleh masyarakat Kota Kupang yang menjadi pelanggan tetap PDAM Kabupaten Kupang karena sistim kerja PDAM Kabupaten Kupang, yang bekerja sama dengan Bank dan Pos Dan Giro. Pasalnya, sistim yang digunakan oleh Bank dan Pos Dan Giro itu tidak menerima adanya pembayaran iuran Kebersihan. “Kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Kupang Johannes Oetemosoe kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 27 Januari 2015, pukul 10.30 wita.

Menurutnya, penagihan iuran kebersihan  oleh  pelangan PDAM Kabupaten, hanya pada pelangan yang datang membayar langsung ke kantor PDAM Kabupaten Kupang, dan juga bagi pelangan yang mempunyai tunggakan saja. Dan penagihan  iuran kebersihan  sendiri juga banyak masyarakat yang protes, dan apa bila ada yang protes dari pelangan , maka pihak PDAM tidak bisa memaksa kepada masyarakat untuk memabayarnya.

Dikatakan, pihak PDAM hanya sebagai juru pungut  yang dimana diberi upah dari Pemkot kepada PDAM Kabupaten Kupang hanya tiga persen. maka dari itu pihak PDAM tidak melayani peyanan kebersihan. “Tentunya dengan adanya pendapan iuran kebersihan yang menurun ini seharusnya, di perhatikan masalah pelayanan kebersihannya sehingga masyarakat sendiri merasa puas, “Katanya.

Yang ditargetkan 600 Juta oleh Pemkot ditahun 2014 Katanya, yang tercapai hanya 137 Juta kesalahannya bukan ada pada PDAM Kabupaten Kupang, kesalahan target dari Pemkot sebenarnya ada pada pelayanan, apakah sudah maksimal apa belum pelayanannya. “Apa bila masalah semua ini bisa maksimal  seharusnya ada tim yang mengkaji karena dilihat PDAM Kabupaten Kupang atau PDAM Kota Kupang sangat tidak evektif lebih baik pembayaran iuran kebersihan ini dikasih kepada RT dan RW saja mereka lebih mengetahui warganya, “Katanya.

Dia menyayangkan, informasi yang di didapiti oleh Walikota Kupang bahwa PDAM hanya meyetor sebesar 40 juta, sebenarnya Walikota harus bisa melihat dengan jeli dahulu baru bicara. 40 Juta yang barus disetor itu nantinya masih ada pembayaran susulan sebesar 90 Juta lebih sehingga masuk pada nominal 137 Juta yang harus disetor ke Pemkot oleh PDAM Kabupaten Kupang. “Kita akan melakukan kalkulasi dulu karena masih tersisa bukti pembayaran (kupon) yang tersisa, usai perhitungan ini , kita siap melunasi dan semua kupon kita akan kembalikan ke Pemkot. Maka dari itu Walikota jangan pernah mengancam dengan kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap PDAM Kabupaten Kupang. Apa bila kejaksaan mau datang periksa silahkan saja, “Tegasnya. (*hayer)