Jhon W Purba

Kejati NTT Kantongi Nama TSK Kasus Dana Monev

Media Group : Zonalinenews,Erende Pos-Kupang,- Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) kini tengah mengantongi beberapa nama yang akan dijadikan tersangka (tsk) dalam kasus dugaan korupsi Dana Monitoring dan Evaluasi (Monev) tahun 2013 senilai Rp 154 miliar.

Jhon W Purba

Jhon W Purba

 
Kajati NTT, John W Purba, SH. MH melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH kepada wartawan, Senin 5 Januari 2015 mengatakan Kejati NTT kini tengah mengantongi beberapa nama yang akan dijadikan tsk dalam kasus tersebut.
Dijelaskannya untuk saat ini, nama-nama yang akan dijadikan tsk dalam kasus dana Monev senilai Rp 154 miliar itu belum bisa disebutkan oleh Kejati NTT karena masih menjadi rahasia Kejati NTT.
“Sekarang tim penyidik sudah kantongi nama-nama tsk dalam kasus Monev tahun 2013 senilai Rp 154 miliar. Untuk nama-namanya saya belum bisa sebutkan, “ kata Ridwan.
Dikatakan Ridwan, saat ini Kajati NTT, John W Purba, SH. MH tengah mengeluarkan 6 Sprindik untuk tim penyidik Kejati NTT yang menangani kasus-kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati NTT untuk ditindak lanjuti.
Selain itu, katanya, dalam waktu dekat, tim penyidik Kejati NTT akan memanggil para saksi-saksi untuk diperiksa berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dana Monev tahun 2013 senilai Rp 154 miliar itu.
Sebelumnya diberitakan Penyidik Kejaksaan Tinggi (kejati) NTT sementara memeriksa Satuan Kerja (Satker) proyek MBR dari Kementerian Perumahaan Rakyat Republik Indonesia (Kemenpera RI dalam kasus dugaan korupsi dana monitoring dan evaluasi (monev) pada proyek perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun anggaran 2013.
Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, John W Purba, S.H.M.H yang dikonfirmasi melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Gasper Kase, S.H, Sabtu 8 November 2014.
Gasper dikonfirmasi terkait perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana monev senilai Rp 154 miliar.
Menurut Gasper, penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana monev terus dilakukan penyidik Kejati NTT dan penyidik juga mengagendakan untuk memeriksa satker MBR.
Tentang letak dugaan penyimpangan, ia mengakui ada pada monev itu sendiri, yang mana dana yang dialokasikan Rp 154 miliar, sementara besar dana yang baru dicairkan Rp 25 miliar.
Sedangkan soal pengelolaan anggaran monev itu, Gasper mangatakan dana tersebut dikelola juga oleh satker MBR. (*che)