Keluarga Yandri Tuding Astrid Hanya Cari Sensasi

Media Group; Zonalinenews, Erende Pos –Kupang,– Keluarga besar Yandri de Ornay, mantan Kepala Bank NTT Cabang Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), menuding Astrid Tungari, yang sebelumnya diberitakan sebagai salah satu korban pelecehan seksual beberapa waktu lalu, hanya mencari sensasi.

Pasalnya, adanya pemberitaan di beberapa media online bahwa dirinya melaporkan dua wanita yang diduga turut menjadi korban pelecehan seksual ke Polres Flotim, ternyata hanya gertak sambal.

Salah satu keluarga Yandri, Noben da Silva, saat dikonfirmasi pertelepon, Senin (29/12/2014) menuturkan, kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan sekitar tahun 2013 lalu. Namun lanjutnya, kasus tersebut mencuat kembali pada beberapa media karena diduga Astrid masih menyimpan dendam terhadap Yandri karena tidak menyetujui kredit uang yang diminta Astrid.

Mengetahui kasus tersebut dipublikasikan, sebagai keluarga, pihaknya dirugikan dan berencana untuk mengadukan Astrid ke polisi.

Tetapi karena mengetahui dirinya hendak dipolisikan oleh keluarga Yandri, Astrid memaksa kedua wanita yang selama ini menjadi teman curhatnya mengaku turut menjadi korban pelecehan yang dlakukan Yandri de Ornai. Hal tersbut terpaksa dilakukan karena menurutnya, Astrid ingin menghancurkan nama baik Yandri yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bank NTT Cabang Larantuka.

“Kami sebagai keluarga Yandri kami tahu kalau itu merupakan permainan Astrid karena dia masih menyimpan dendam. Masalahnya sudah habis kenapa diungkit kembali,” tegas Noben yang saat ini menjabat sebagai koordinator Komnas HAM Perempuan TRUK F- Kabupaten Flotim.

Noben menjelaskan, ketika dua wanita tersebut tidak mau mengikuti kemauan Astrid dan mengadukan persoalan ini ke DPRD Provinsi Astrid mengancam akan mempolisikan kedua wanita tersebut dengan tuduhan kedua wanita tersebut sudah mencemarkan nama baiknya.

“Itu hanya ancaman saja, Astrid tidak berani melaporkan ke polisi, karena dia pasti takut. Kasus ini merupakan skenario untuk balas dendam terhadap adik saya,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Flotim, AKP. Erna Roma Kia, saat dihubungi pertelepon, Senin (29/12/2014) mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan Astrid ke Polres Flotim terkait kasus tersebut. “Tidak ada laporan ke sini, kalau ada laporan pasti saya tau,” ungkapnya. (*amar)