Lima Oknum PNS FLotim Terancam di Pecat

Media Group : Zonalinenews– Larantuka, – Kasus korupsi yang menelan kerugian negara mencapai Rp 100 juta lebih pada Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Flotim mulai disidangkan pada pengadilan Tipikor Kupang. Kerugian negara tersebut dari pagu dana RP 1,2 miliar, yang diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dimasukan kedalam APBN tahun 2011 dan batas waktu pengerjannya atau pengadaan tahun 2012.

Posko  Penangulangan Bencanan Polres Flotim

Posko Penangulangan Bencanan Polres Flotim

 

Untuk sidang pertama dengan tersangka Herman Sensi sebagai kontraktor pelaksana sedang dijalankan, karena berkasnya sudah dinyatakan P21 oleh kejaksaan. Sementara Konsultan pengawas Hendrikus Lorensius Hean sedang dilakukan penyelidikan lanjutan oleh pihak penyidik unit tipikor Polres Flotim.

“Untuk lima oknum PNS dintaranya Ketua Panitia, Bernadus Muri , Sekertaris Panitia, Petrus Juan Koten serta Snggota Carles W Ulung , Yoseph Ujan Diaz dan Antonius Liboan yang bertindak sebagai panitia penerima barang sudah dinaikan statusnya  sebagai tersangka,” Kata Kanit Tipikor Polres Flotim, Ipda I Nengah Lantika di ruang kerjanya 29 Januari 2015.

Lanjutnya kelima oknum PNS pada dinas infokom berkasnya sudah rampung, sehingga dalam minggu ini akan dilakukan penyerahan berkas dua ke tipikor sambil menunggu petunjuk lanjutan dari tipokor untuk di lengkapi. Disamping itu juga untuk melengkapi data – data pihak polres Fotim sudah memeriksa Kepala Dinas Infokom, Fransiskus yang melakukan pencairan dana dari 30 persen hingga 70 persen.

Ketika ditanya apakah ada pelung untuk menetapkan kedua mantan Kepala dinas jadi tersangka, kanit tipikor polres Flotim menuturkan bila ada petunjuk atau bukti terbaru dalam penyelidikan tidak menutup kemungkinan statusnya sebagai saksi dapat berubah menjadi tersangka. Dalam kasus ini juga Philipus Manek Dasilva yang bertindak sebagai PPK berpeluang besar sebagai tersangka, walaupun dirinya sedang mendekam dalam penjara karena kasus korupsi pipa.

Untuk diketahui para tersangka kasus korupsi yang merugikan negera ratusan juta lebih tersebut, diketahui bahwa dalam proses pengadaan kapal Sonata 2 tidak memenuhi speck. Disamping itu juga ke lima oknum PNS tersebut diancam pemecatan, karena melanggara pasal 2 ayat 1, dan pasal 3 Undang – undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang- undang nomor 1 tahun 1999 tentang tinda pidana korupsi, dengan ancaman pasal 2 pidana seumur hidup atau paling kurang 4 tahun paling lama 20 tahun, dengan denda Rp 200 juta paling sedikit dan 1 miliard paling banyak. (*Polce)