Natan Bele diduga Sebagai Pemasuk Ikan Berformalin Di Kota Kupang

Media Group : Zonalinenews – Kupang,- Salah satu pedangan ikan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Oeba Kelurahan Fatubesi Kupang, Ady  menyebutkan nama Natan Bele diduga sebagai Pemasok ikan berformalin terbesar di Kota Kupang dengan mengunakan kapalnya sendiri.

Salah seorang pedangan ikan dan tumpukan ikan berformalin yang diamankan Polres Kupang Kota Kupang di TPI Oeba

Salah seorang pedangan ikan dan tumpukan ikan berformalin yang diamankan Polres Kupang Kota Kupang di TPI Oeba

 

“Saya pedagang kecil yang tidak pernah tau kalau ikan jenis tembang yang kita beli dari kapal Natan Bele adalah ikan berformalin. Saat ini semua ikan kita yang ada didalam Cool Box yang sudah kita bayar darinya, tidak boleh dijual lagi dan, sudah di Police Line oleh pihak Polres Kupang Kota dan Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kata Ady Kepada Wartawan di lokasi TPI Oeba Kupang, Kamis 29 Januari 2015, pukul 9.30 wita.

Dia mengatakan, ikan yang sudah di beli seharga 4 Juta saat ini tidak bisa dijual dan yang pastinya dengan adanya temuan ikan berformalin ini sebagai pedagang kecil merasa rugi. Menurutnya, bukan hanya dirinya saja yang mengambil ikan dari Natan Bele tapi hampir semua pedagang disini membeli ikan dari Nantan Bele saat ini. “Yang pastinya kami semua merasa rugi karena ikan yang sudah kita beli dan harus dijual tidak bisa karena ikan – ikan tersebut menurut Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi ada mengandung farmalin. Ya sebagai pegusaha kecil kita terima saja dengan kejadian ini. Karena kita sendiri membeli ikan tembang dari kapalnya Natan Bele kita tidak tau kalau ada mengadung formalin, “Kata Ady.

Sementara itu salah satu pengurus kapal ikan milik Nantan Bele , membenarkan, saat ini saya sebagai pengurus kapal ikan milik dari Natan Bele, dan ikan kita saat ini juga sudah diamankan, sebagian sampel ikan sudah terbukti ada campuran formalin. “Kapal kita yang pergi ambil dari Kabupaten Flores Timur dan Lembata, dan kita sendiri tidak mengetahui ada mengandung formalin pada ikan. kita hanya menunggu di darat sini saja untuk menjual ikan – ikan yang dibawa dari sana, “Katanya.

Menurutnya, sekian lama tidak pernah ada pemeriksaan ikan – ikan ini dari Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi pada saat kapal – kapal yang sandar disini. “Saya sangat bersyukur dengan adanya pemeriksaan dan memang betul ada kedapatan ikan – ikan ini sudah di campur dengan formalin. Biar masyarakat semua bisa mengetahui, ini semua juga demi kepentingan banyak orang. Saya sangat setuju dengan cara – cara yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi agar kedepan di Kota ini bisa bebas dari ikan berformalin dan tidak merugikan banyak orang, “Bebernya.

Sementara itu salah satu Pemilik Kapal ikan sekaligus Pengusaha  ikan di Kota Kupang, membenarkan hasil sampel dari laboraturium yang dilakukan oleh dinas Perikanan Provinsi NTT menyatakan  ikan – ikan tersebut mengandung formalin. “Kita tidak pernah tau kalau ikan – ikan ini  mengandung formalin. Pasalnya, ikan – ikan ini di bawa dari Kabupaten Flores dan Lembata. Kita disini  bila kapal kita masuk langsung di jual ke pedang – pedangag kecil yang berjualan di areal TPI Oeba mau pun pedangang yang berkeliling, “Ungkapnya.

Lanjutnya, terjadinya pengiriman dan pengambilan ikan dari kabupaten Flores Timur dan lembata untuk di bawa ke Kota Kupang pada saat musim angin barat dan angin timur. “Dua musim ini di Kota Kupang sangat mengalami kesusahan ikan maka dari itu  semua pedangan ikan disini membeli dari saya, di TPI Oeba ini ada beberapa pengusaha ikan jadi bukan hanya saya saja, dan rata – rata ikannya sama seperti saya punya. Saat ini yang baru kedapatan ikan yang mengandung  formalin saya dan salah satu pengusahan bernama Moris. Dan saya sangat yakin pengusaha lain yang belum kedapatan ikannya, saya yakin ikan mereka juga  mengandung formalin, “Paparnya. (*hayer)