Sat POl PP Kota Kupang amankan salah seorang  pedangan daging babi dipingir jalan kota kupang

Pedagang Daging Babi diamankan Sat Pol PP Kota Kupang

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos – Kupang,- Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Kupang di tahun 2015 mengadakan peningkatan pengamanan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kupang. Peningkatan pengamanan Perda Kota Kupang yang dilakukan antara lain adalah melakukan penertiban pedang yang berada di Daerah Milik Jalan (Damija) dan di atas trotoar pada wilayah keramaian diman, sebelumnya jadwal operasi dilakukan hanya satu kali dalam sehari di tahun 2015 meningkat menjadi tiga kali operasi dalam sehari. Hal ini disampaikan Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 7 Januari 2015, pukul 14.30 wita.

Sat POl PP Kota Kupang amankan salah seorang  pedangan daging babi dipingir jalan kota kupang

Sat POl PP Kota Kupang amankan salah seorang pedangan daging babi dipingir jalan kota kupang

 

Menurut Thomas, saat ini yang menjadi fokus operasi Sat Pol PP adalah tempat pejualan daging babi liar di jalan El Tari II, di bundaran PU samping kantor PLN wilayah NTT dan di jalan timor raya Kelurahan Oesapa depan stadion bola kaki Starda. “Kita operasi tempat jualan danging babi liar karena sangat mengaggu pemandangan Kota Kupang. Apa bila ingin berdangang daging berdanglah di setiap pasar – pasar yang ada di Kota Kupang ini, dan kegiatan yang kita lakukan apa bila kedapatan pertama kali akan diberikan teguran, jika masih melanggar maka danganan tersebut langsung diamankan oleh Sat Pol PP, “Katanya.

Dilanjutnya, pihaknya terus beroprasi tempat bejualan daging babi liar karena saat ini sudah 2014 jadi tidak boleh lagi ada yang berjualan daging babi liar di pingiran jalan. Dirinya mengakui pada tahun lalu bulan desember 2014 itu dibiarkan berjualan bebas karena para pedangan mencari hidup berjualan untuk kepentingan hari raya Natal dan Bahun Baru, dan karena di Kota Kupang ini moyoritasnya orang Kristen maka dari itu dibiarkan bebas berjualan, setelah habis hari raya Natal dan Tahun Baru tidak boleh lagi ada yang berjualan daging babi di pingiran jalan umum.

Dia mengatakan, dari tiga titik tempat penjualan daging babi, yang paling lama berada di jalan El Tari dua , serta di Bundaran PU dan Oesapa itu merupakan pedanganbaruketiga tempat tersebut tidak perbolehkan melaukan penjualan. Bukan hanya tempat pedagangan daging babi liar saja yang di operasi,  tetapi pengamanan juga akan dilakukan untuk pedangan sayur yang berada pada area samping jembatan liliba. “Pedangang sayur disitu juga akan kita gusur karena jalur itu sangat ramai dengan kendaraan yang melintasi, dengan dibangunya tempat berjualan pada jalur ini berdampak kemacetan bagi pengunan jalan tersebut, karena pengunjung yang ingin berbelanjan sering memarkir kendaraannya  sampai pada badan jalan, hal ini lah yang menjadi kemacetan di jalur tersebut, “Ungkapnya.

Dia menjelaskan, kegiatan operasi Sat Pol PP ini adalah kegiatan rutin Sat Pol PP, namun di tahun 2015 ini diadakan peningkatan jadwal operasi, karena tahun sebelumnya biasanya hanya satu kali dalam sehari, saat ini operasinya meningkat menjadi tiga kali sehari. “Jadi di tahun baru ini kita harus melakukan juga kegiatan yang baru, dan apa bila ditahun sebelumnya ada kekurangan – kekurangan kinerja maka di tahun 2015 ini Sat Pol PP adakan peningkatan kinerja bagi anggota – anggota Sat Pol PP, “Ujarnya. (*hayer)