Perlunya Peningkatan Pelayanan Publik di Dispenduk Kota Kupang

Media Group, Zonalinenews, Kupang,– Perlunya Peningkatan Pelayanan Publik di Dispenduk Hal  ini dikemukakan, Koordinator Bengkel APPek, Theresia Ratu Nubi, saat diskusi bersama yang diadakan oleh Bengkel  APPeK di Café OCD Kelurahan Lasiana, Rabu 21 Januari 2015 .

Sekertaris Dispenda, Hendrik Kaborang. Saat memberikan keterangan saat diskusi tentang pelayanan publik Dispenduk  yang diselenggarakan Bengkel APPeK (foto : Amar Ola Keda)

Sekertaris Dispenda, Hendrik Kaborang. Saat memberikan keterangan saat diskusi tentang pelayanan publik Dispenduk yang diselenggarakan Bengkel APPeK (foto : Amar Ola Keda)

Sesuai hasil survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan oleh Youth Report Center (YRC) Kota Kupang, masih ditemukan diskriminasi pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk) Kota Kupang. Hal ini diakibatkan kurangnya layanan yang memadai dari Dispenduk. Seperti tidak disiplinyanya waktu dan kurangnya sosialisasi pada masyarakat tentang pentingnya akta kelahiran , Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akta nikah.

Dalam Hasil Survey Yang dilakukan Youth Report Center (pusat Pengaduan Anak Muda) tersebut,  bahwa unsure  Pelayanan Publik di Dispenduk yang harus diperbaiki adalah tentang kepastian jadwal pelayanan, kecepatan pelayanan, prosedur pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan, dan kedisiplinan mendapatkan pelayanan.

“Unsur -unsure ini yang harus diperhatikan oleh Dispenduk sehingga dapat meminilaisir pengunaan jasa calo,” kata koordinator YRC Kota Kupang.

Sementara itu, Sekretaris Dispenda, Hendrik Kaborang pada kesempatan itu mengatakan, buruknya pelayanan publik saat ini disebabkan pihaknya kehabisan stok blangko. Selain itu, lanjut Hendrik, pihaknya juga masih kekurangan tenaga kerja. Olehnya, pihaknya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap publik.

“Hasil survey ini memang benar. Tapi saat itu kami kehabisan blangko. Kami juga kekurangan tenaga sehingga untuk melayani masyarakat kadang kami kerja sampai larut malam” ungkapnya.

Senada dengan Hendrik, Kepala Bidang pelayanan KTP, Julianus D. Benu, mengatakan, salah satu faktor penyebab buruk pelayanan pada pihaknya disebabkan juga faktor pemadaman listrik yang terjadi selama ini. Selain itu, kurangnya mesin print  KTP saat ini juga menjadi kendala.

“Mesin dan tinta untuk print KTP ini tidak diproduksi dan di jual di Indonesia melainkan di datangkan dari amerika sehinggah kami kewalahan,”katanya

Anggota DRPR Kota Kota kupang, Theodora Ewalde, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, dengan adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik, Dispenduk harus punya komitmen dan harus  mereformasi birokrasinya  sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang baik.an harus punya komitmen,” tegasnya.

Mengenai persoalan diskriminasi dalam pelayanan atau calo yang sampai saat ini masih belum teratasi disebabkan karena ketidakpastian jadwal pelayanan. Selain itu, Dispenduk juga harus perhatikan intensif karyawan yang berkerja overtime sehingga tidak terjadi penyimpangan yang tidak diinginkan. “Dispenduk harus segera mereformasi birokrasinya,” ucapnya.

Koordinator Program Bengkel APPeK, Theresia Ratu Nubi, menambahkan sumber daya juga mempengaruhi kinerja pelayan publik. Pelayan publik harus utamakan kepuasan masyarakat dalam hal pelayanan. “Walaupun fasilitas menunjang  tapi pelayanan tidak dilakukan dengan hati sama saja,” pungkasnya.(amar/wisna)