Persidangan Rudy Soik “Saksi Ahli Tidak Punya Kewenangan”

Media Group : Zonalinenews –Kupang,- M. K. Suban Pulo, Salah satu keluarga korban penganiayaan, Ismail Pati Sanga (30), yang dilakukan Brigpol. Rudy Soik, penyidik Satgas Anti Trafficking Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan, saksi ahli pada persidanagn Brigpol. Rudy Soik tidak mempunyai kewenangan. Olehnya, keterangan saksi tersebut tidak akan berdampak pada putusan hakim.

Brigpol. Rudy Soik

Brigpol. Rudy Soik

Suban Pulo, saat dikonfirmasi pertelepon, Jumat 16 Januari 2015 sekitar pukul 01.00 wita mengatakan, meskipun keterangan kedua saksi saat gelar sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli  meringankan tersangka, namun, menurutnya keterangan saksi tersebut tidak berdampak pada putusan hakim. Karena menurutnya, saksi ahli tidak mempunyai kewenangan dalam memberikan sebuah putusan.

 
“Saksi ahli tidak punya kewenangan untuk beri putusan, jadi biarkan saja mereka berbicara. Saya yakin hakim itu adil,” kata Ketua Himpunan Keluarga Besar Lamaholot tersebut.
Subon Pulo melanjutkan, jika putusan hakim kelak meringankan terdakwa, keluarga besar Lamaholot yang berada di Kupang akan melakukan sumpah secara adat sesuai tradisi orang Adonara. Hal tersebut dilakukan demi membuktikan siapa yang salah dan siapa yang benar dalam kasus ini.

 
“Jika hakim tidak adil, kami akan lakukan sumpah adat. Kita buktikan siapa yang salah, siapa yang benar. Jika salah dia akan mati saat itu juga,” ungkapnya.
sementara pada persidangan Brigadir Polisi (Brigpol) Rudy Soik, Kamis 15 Januari ada hal yang menarik dari persoalan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan visum. Saksi ahli Alfons Loe Mau menilai BAP dari para saksi hanya “copy paste” dan terkesan dipaksakan. Saksi ahli lainnya, Rorry Hartono menuding hasil visum terhadap Ismail Pati Sanga korban yang dianiaya Brigpol Rudy Soik masuk kategori buruk, tetapi tetap digunakan.

 
Menurut nya visum ini sangat minim data karena visum berdasarkan keterangan dalam hasil pemeriksaan, sehingga ini sangat fatal. “Sebelum kesimpulan mestinya dokter menuliskan fakta objektif atas luka. Tetapi di sini tidak ada tulisa n oleh dokter,” kata Rorry (*amar)